03 August 2022, 15:07 WIB

Bahlil: Ekonomi Global Lesu, Tapi Minat Investasi ke RI Masih Tinggi


M. Ilham Ramadhan Avisena |

MENTERI Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menilai pelemahan ekonomi global tidak memengaruhi minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Hal itu tercermin dari peningkatan realisasi investasi pada semester I 2022.

"Di triwulan II 2022, hampir semua (negara) dunia mengalami inflasi. Yang menarik, di tengah (ekonomi) global yang bermasalah, investasi kita semakin membaik," ujarnya dalam suatu forum, Rabu (3/8).

Pada semester I 2022, pihaknya mencatat realisasi investasi sudah mencapai Rp584,6 triliun, atau tumbuh 32% dari realisasi semester I 2021. Pencapaian itu juga setara 60,4% dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yakni pada tahun ini Rp986,4 triliun.

Namun, lanjut Bahlil, Presiden Joko Widodo meminta agar target investasi di Tanah Air dinaikkan menjadi Rp1.200 triliun. Artinya, capaian realisasi investasi pada semester I 2022 mencapai 48,7% dari target yang diberikan Kepala Negara.

Selain itu, pemerintah mendorong agar investasi yang masuk ke Indonesia memiliki kualitas tinggi. Investasi berkualitas tinggi dapat diartikan dengan pemerataan penanaman modal di setiap wilayah, ketimbang hanya fokus di Pulau Jawa.

Bahlil mengungkapkan sepanjang semester I 2022, upaya tersebut berhasil diwujudkan. Porsi investasi di luar Pulau Jawa tercatat Rp305,8 triliun, atau 52,3% dari total investasi. Sementara itu, penanaman modal di Pulau Jawa tercatat Rp278,8 triliun, atau setara 47,7% dari realisasi.

"Kalau pertumbuhan ekonomi tinggi dan hanya dikuasai satu wilayah, itu tidak berkualitas. Tapi, Presiden dorong agar investasi berkualitas melalui pemerataan," pungkasnya.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT