31 July 2022, 19:09 WIB

Panel Surya, Salah Satu Solusi Kunci Transisi Energi Bersih dan Berkelanjutan


Mediaindonesia.com |

Mewujudkan transisi energi dari fosil ke energi terbarukan bukanlah perkara mudah.  Diperlukan sosialisasi energi baru terbarukan (EBT) dan energi hijau untuk mengurangi pemanasan global. 

Salah satunya adalah upaya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang ditempatkan sebagai proyek strategis nasional transisi energi bersih oleh pemerintah, yang diantaranya dapat dilakukan dengan pemanfaatan pemasangan panel surya sebagai kunci dari transisi energi bersih dan terbarukan.

Implementasi panel surya sudah banyak dikembangkan, mulai dari sumber listrik untuk green building hingga sumber energi untuk penerangan lalu lintas dan fasilitas umum lainnya. Salah satu yang menawarkan solusi dari Tenaga Listrik Tenaga Surya adalah Suryanesia, perusahaan rintisan energi terbarukan di bidang panel surya. Suryanesia mempunyai visi mengurangi pemanasan global dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebagai kunci dari transisi energi bersih dan berkelanjutan melalui pemasangan panel surya.

Bertempat di Menara KADIN, Jakarta, Suryanesia bekerja sama dengan KADIN Indonesia pada pekan lalu, menyelenggarakan CEO Breakfast Forum yang bertema ‘Memulihkan dan Meningkatkan Penghijauan: Transisi Energi Tanpa Batas untuk Sektor Manufaktur Indonesia’. 

Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi dan solusi transisi energi tanpa batas untuk mendorong pertumbuhan terukur yang berkelanjutan bagi sektor manufaktur Indonesia. CEO Breakfast Forum menghadirkan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam Republik Indonesia Dadan Kusdiana, Founder dan CEO Suryanesia Rheza Adhihusada, serta Ketua Net Zero Hub KADIN Indonesia M. Yusrizki.

CEO Breakfast Forum diselenggarakan dengan format Dialog Bisnis yang dihadiri beberapa narasumber lain sebagai pembicara yang membahas tentang kesiapan pemerintah Indonesia dan juga sektor swasta dalam transisi energi bersih dan terbarukan. Sedikitnya ada 70 peserta dari minimal 55 perusahaan yang berasal dari sektor manufaktur otomotif dan suku cadang, industri plastik dan karet, makanan dan minuman, tekstil, dan perusahaan manufaktur konsumsi energi lainnya.

Founder dan CEO Suryanesia Rheza Adhihusada mengatakan bahwa Suryanesia hadir melalui komitmennya untuk membantu pemerintah dalam pencapaian strategis nasional transisi energi bersih. 

“Kami hadir dengan solusi dan teknologi untuk membantu konsumen atau perusahaan dalam meningkatkan keuntungan dan mendukung energi berkelanjutan. Melalui Solar-as-a-Service kami berinvestasi, mendesain, menginstalasi, mengoperasikan dan memelihara PLTS dengan kontrak 25 tahun.  Selain mendukung energi hijau, memasang panel surya juga dapat menghemat biaya listrik dengan proses instalasi dan pengoperasian yang mudah,” papar Rheza.

Di kesempatan yang sama, diadakan penandatanganan perjanjian kerja sama sewa PLTS Atap antara Suryanesia dengan PT PIM Pharmaceuticals dan PT Helmigs Prima Sejahtera, salah satu grup perusahaan farmasi terbesar dan tertua di Indonesia yang berdiri sejak 1934. 

Sustainability di bidang green energy merupakan legacy kami, dimulai dari penggunaan listrik yang dihasilkan panel surya untuk kebutuhan kantor Ini merupakan misi kami untuk menerapkan proses bisnis yang berkelanjutan dengan menggunakan green energy yang ramah lingkungan,” ujar Direktur PIM Pharmaceuticals, Tirta Kusuma.

Pemasangan panel surya tidak hanya berkontribusi dalam memberikan bauran energi secara nasional, tapi juga memberikan alternatif energi bersih dan ramah lingkungan. "Diperlukan komitmen bersama dari pemerintah, masyarakat juga pemangku bisnis untuk transisi menuju energi hijau dan berkelanjutan, demi mewujudkan dunia yang masih layak huni untuk generasi mendatang,” tandas  Rheza. (Ant/E-1)

BERITA TERKAIT