31 July 2022, 10:41 WIB

UMKM Kreasi Bambu Binaan IKPP Berdayakan Perempuan Desa Tegal Maja


mediaindonesiacom |

DALAM upaya mendukung pemulihan ekonomi, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas melakukan berbagai upayasalah satunya di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satunya melalui program binaan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) Serang Mills, berupa kreasi bambu Tegal Maja.

Bahkan bambu Tegal Maja yang turut berpartisipasi dalam acara Tjipta UMKM Fair diselenggarakan Eka Tjipta Foundation di Sinar Mas Land Plaza Thamrin, Jakarta, pada 28-29 Juli dalam rangka memperingati 100 Tahun Eka Tjipta Widjaja.

Konsep binaan Tegal Maja kreasi bambu yaitu program pemberdayaan wanita pengembangan kearifan lokal dan lingkungan untuk mensejahterakan ekonomi, menyelaraskan harmoni, ekologi dan ekonomi, serta untuk kebaikan bersama dan masa depan yang lebih baik.

"Ini sebenarnya lebih kepada mencari kearifan lokal, kebetulan di Wilayah Desa Tegal Maja Kabupaten Serang sudah ada kreasi bambu yang berdasar cerita zaman dulu bahwa nenek moyangnya memang perajin bambu," kata Head of CSR PT. IKPP - Serang Mills, Dani Kusumah.

"Maka dari itu, kerajinan bambu yang dibuat di rumah warga masih adat seperti penutup saji, kukusan dan boboko serta lain sebagainya," ucapnya.

Baca juga: Sandiaga Uno Beri Tips Kunci Sukses untuk UMKM Kreatif

"Kita mengangkat kearifan lokal dengan mencoba membuat souvenir yang modern, dengan berbagai jenis, seperti tempat tisu, keranjang, rak susun, dan tas serta miniatur lainnya," ungkap Dani.

"Ternyata, souvenir tersebut sangat menarik pengunjung yang ada di beberapa pameran. Dilihat saat kreasi bambu Tegal Maja yang sering mengikuti pameran-pameran dari undangan di tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional," tambah Dani.

"Awalnya kita melakukan pengembangan bambu bersinergi dengan pihak desa. Kebetulan desa mempunyai usaha Badan Usaha Desa (BumDes) antara CSR PT Indah Kiat berkolaborasi dengan desa untuk menanam pohon bambu, karena selama ini mereka beli," paparnya 

"Maka dari itu pada tahun 2020 IKPP Serang bersama masyarakat melakukan penanaman 1.000 bibit bambu di Desa Tegal Maja dengan harapan bambu-bambu tersebut bisa dimanfaatkan dengan mudah oleh masyarakat tanpa harus membeli. Semoga ke depannya ini menjadi potensi pengadaan bahan bakunya," terang Dani.

Selain bambu, PT IKPP - Serang Mills juga memberikan pelatihan dalam pengembangan pemberdayaan masyarakat dengan melatih masyarakat untuk pembuatan kerajinan dengan mendatangkan pelatih dari Yayasan Nusantara, dan memberikan pelatihan dalam bentuk penjualan secara online dari Kantor Pusat di APP Sinar Mas dengan melakukan penjualan produk.

"Penjualan di marketplace seperti di aplikasi Lazada, BliBli, dan aplikasi lainnya. Produk-produk tersebut sudah di pasarkan berjalan 2 tahun dari  2020-2022," kata Dani. 

"Bahkan pemasaran sudah ke luar Provinsi Banten yakni wilayah Cikarang, Tasikmalaya, dan Sukabumi salah satunya pemesan keranjang moci," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Perajin Rini Purwati menambahkan, awal terbentuknya pemberdayaan wanita dari karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi covid-19 pertengahan.

Saat itu pihak desa merangkul para perempuan untuk mengikuti pelatihan anyaman.

"Maka terbentuklah tema bambu kreasi yang sudah berjalan selama 1,5 tahun. Dengan jumlah 10 orang ibu rumah tangga yang ikut membuat kreasi kerajinan dan masih aktif hingga sekarang," ungkapnya.

Selain kreasi anyaman bambu Tegal Maja, APP Sinar Mas juga menghadirkan beragam produk binaan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), dan juga binaan program CSR Mills dari berbagai daerah.

Selain produk UMKM binaan APP Sinar Mas, dalam Tjipta UMKM Fair ini juga, menghadirkan ratusan produk UMKM dari berbagai pilar Sinar Mas lainnya.

Ketua Umum Eka Tjipta Foundation, Hong Tjhin menjelaskan UMKM merupakan pilar penting dalam pemulihan pasca pandemi. Recover together, recover stronger.

Sinergi antara pelaku UMKM dengan pemerintah dan sektor privat diharapkan mampu membawa mereka pulih, bahkan naik kelas.

“Kami berharap UMKM bukan hanya sebatas keripik, tapi bisa naik kelas menjadi manufacturing misalnya CCTV, ranjang kesehatan dan sebagainya. Oleh karena itu perlu dukungan dari kalangan masyarakat,” ujar Hong Tjhin..(RO/OL-09)

BERITA TERKAIT