28 July 2022, 10:49 WIB

Erick Thohir Ajak Jepang Investasi di KEK Sanur


Insi Nantika Jelita |

SAAT mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Jepang, Rabu (27/7), Menteri BUMN Erick Thohir menyebut BUMN siap meningkatkan kemitraan dengan Jepang dalam berbagai bidang, seperti di sektor kesehatan dengan mengajak investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali.

Kawasan itu bakal menjadi KEK kesehatan pertama di Indonesia. Usulan pembangunan KEK Sanur telah mendapat persetujuan dari Dewan Nasional KEK yang diketuai Airlangga Hartarto pada sidang Dewan Nasional KEK, Jumat (22/7).

Menurut Erick, pasar wisata kesehatan Indonesia sangat besar, sekitar 600 ribu masyarakat Indonesia selama ini berobat ke luar negeri. Dengan adanya KEK Sanur bisa menarik masyarakat untuk berobat di dalam negeri.

Baca juga: Bahlil : Indonesia Terima Komitmen Investasi Jepang Rp75,4 Triliun

"Saat pandemi jumlah orang Indonesia yang berobat ke luar negeri berkurang. Ini harus jadi momentum buat kita mempersiapkan segala fasilitas rumah sakit skala internasional," ujar Erick, dalam keterangan resmi

Erick mengaku telah mengundang perusahaan kesehatan Jepang, Mitsui Healthcare, untuk berinvestasi di kawasan seluas 41 hektare itu.

Ia meyakinkan Mitsui dan investor Jepang lain bahwa KEK Sanur punya potensi yang tidak kalah hebat dibandingkan negara-negara tetangga.

Selain berada di destinasi wisata unggulan dunia, Erick menyampaikan KEK Sanur juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti eco park, area komersial, sekolah, dan perhotelan.

"Dari sisi lokasi, fasilitas, dan regulasi akan menambah daya tarik tersendiri bagi investor Jepang untuk berinvestasi di KEK Sanur," ucap Menteri BUMN

Dengan KEK kesehatan ini, Bali akan menjadi health tourism hub atau pusat wisata kesehatan dan kebugaran terbesar di Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, KEK Sanur akan menjadi jawaban atas masalah soal banyaknya penduduk Indonesia yang lebih memilih ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan medis karena keterbatasan fasilitas kesehatan di Tanah Air.

Di 2030, sekitar 4% hingga 8% penduduk Indonesia yang sebelumnya berobat ke luar negeri akan bisa berobat ke KEK Sanur dengan total pasien berada dalam kisaran 123 ribu sampai dengan 240 ribu orang. (OL-1)

BERITA TERKAIT