26 July 2022, 06:08 WIB

Harga Emas Merosot 0,48 Persen


Mediaindonesia.com |

Emas merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menghentikan kenaikan selama dua sesi berturut-turut karena investor bersiap untuk pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), namun pelemahan dolar AS menahan kerugian lebih lanjut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, tergelincir US$8,30 atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada US$1.719,10 per ounce / ons, setelah menyentuh terendah sesi di US$1.712,95 dan tertinggi sesi di US$1.734,30.

Emas berjangka bertambah US$14 atau 0,82 persen menjadi US$1.727,40  per ounce pada Jumat (22/7), setelah terangkat US$13,2 atau 0,78 persen menjadi US$1,713,40 pada Kamis (21/7), dan merosot US$10,5 atau 0,61 persen menjadi US$1.700,20 pada Rabu (20/7).

Federal Reserve AS akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter pada Selasa (26/7/2022) dan Rabu (27/7), dan diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 0,75 poin persentase ketika pertemuan ditutup pada Rabu (27/7), sehingga mengurangi daya tarik emas.

Kebijakan hawkish Federal Reserve telah mendorong dolar AS mendekati level rekor, membuat emas jatuh ke level terlemah dalam sekitar 16 bulan sebelum mencatat rebound pekan lalu.

Pedagang emas mencoba untuk menentukan apakah pemulihan memang sedang berlangsung, Craig Erlam, analis di platform perdagangan daring OANDA mengatakan, mencatat bahwa imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang penting secara menggembirakan berada di bawah level kunci 3,0 persen. "Kita mungkin harus menunggu The Fed pada Rabu (27/7), untuk melihat yang mana dari keduanya, dengan implikasi resesi dari tindakannya yang menjadi kunci hasilnya," tambah Erlam.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, jatuh untuk hari ketiga berturut-turut pada Senin (25/7/2022), melayang di bawah 106,5, setelah mencapai tertinggi dua dekade di 109,14 pada 14 Juli, memberikan dukungan terhadap emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 28,9 sen atau 1,55 persen, menjadi ditutup pada 18,328 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 2,1 dolar AS atau 0,24 persen, menjadi ditutup pada 869,30 dolar per ounce. (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT