20 July 2022, 16:52 WIB

Selalu Gagal dalam Wawancara Kerja? Coba Cari Sebabnya


Mediaindonesia.com |

MENCARI pekerjaan sering membuat banyak orang kecewa. Apalagi setelah lolos sejumlah tes dan sudah mencapai tahap akhir yang menentukan yaitu wawancara kerja. Sudah capai mengerjakan banyak soal dalam tes psikologi, berhitung, menggambar dan berhasil lolos tetap akhirnya gagal dalam wawancara kerja sebagai penentuan. 

Namun jangan putus asa. Banyak penyebab kita gagal dalam wawancara kerja, baik dari sisi perusahaan maupun diri sendiri. Mari kita simak uraian berikut.

Gagal wawancara kerja dari sisi perusahaan

Sejatinya banyak faktor yang tidak terkait dengan kapasitas/kemampuan kita secara langsung yang menyebabkan kegagalan dalam wawancara kerja. Ini deretan penyebab kegagalan wawancara kerja dari sisi perusahaan. 

1. Kebutuhan dan kebijakan perusahaan berubah

Perusahaan selalu membuat kebijakan lebih dinamis dan menyesuaikan kebutuhan saat itu serta masa depan. Mereka memotong anggaran dan mengalokasikan dana ke posisi lebih substantif. Nah, perubahan ini kadanh terjadi di tengah proses wawancara.

Normalnya dalam hal ini, perekrut atau perwakilan HRD akan meminta maaf kepada kamu bahwa kebutuhan mereka telah berubah. Meskipun itu mungkin terdengar seperti klise yang mengatakan, "Ini bukan salah kamu, tetapi perusahaan sedang bla… bla… bla…," intinya kita tidak memperoleh pekerjaan tersebut.

2. Tidak cocok dengan budaya perusahaan

Kesesuaian budaya sama pentingnya dengan keahlian dalam hal perekrutan. Pekerja paling berbakat di dunia tidak akan bisa produktif dalam lingkungan jika tidak cocok untuk mereka.

Tidak ada yang salah dengan kepribadian kalian jika perekrut menyatakan bahwa Anda tidak akan hepi bekerja di sana. Mereka mungkin telah membantu kamu dengan membiarkan opsi ke tempat kamu akan lebih nyaman dan sukses.
 
3. Memilih kandidat dari internal perusahaan

Faktor ini tampaknya paling kejam, tetapi itu memang kerap terjadi. Kadang-kadang, seorang perekrut diberi kebebasan dalam memilih kandidat dari luar atau internal mereka. Dalam hal ini, kamu bisa menjadi pelamar yang paling memenuhi syarat di dunia, tetapi posisi itu telah diisi oleh kandidat internal mereka sendiri.

Baca juga: Cara Menghitung Bunga Deposito

Tidak perlu disesali ketika gagal dalam proses wawancara kerja. Anggap saja mungkin belum berjodoh dengan posisi pekerjaan di perusahaan yang bersangkutan.

Alasan gagal wawancara kerja dari diri sendiri

Ada beberapa hal dalam diri kita yang menyebabkan kegagalan dalam wawancara kerja. Coba dievaluasi dan diperbaiki untuk kebaikan di masa mendatang.

1. Kesan yang buruk

Kalian gagal mendapatkan kesan pertama yang baik ketika diawal kesempatan. Misalkan, salah memanggil nama perekrut,
kondisi badan berkeringat serta bau kurang sedap, dan kurang riset tentang perusahaan sehingga tidak memahami yang akan dikerjakan. Selain itu, kita tidak dapat menjelaskan alasan menginginkan pekerjaan itu, jawaban yang diberikan terkesan biasa saja, dan lebih parah jika terlambat datang.

2. Tidak punya rencana jangka panjang

Kita seringa tidak memiliki jawaban yang baik untuk pertanyaan, "Di mana posisi kalian dalam 10 tahun ke depan?" Ini sebenarnya klise, tetapi dapat berdampak signifikan pada penilaian pemberi kerja terhadap pelamar. Misalnya, jika melamar pekerjaan di media sosial dan kita ingin menjadi direktur kreatif, mereka mungkin bertanya alasan tidak melamar pada bidang desain.

3. Tidak ada follow up

Perusahaan jelas mengharapkan ucapan terima kasih bahwa kita ingin posisi itu dan bekerja di perusahaan tersebut. Jika tidak, perusahaan mungkin berasumsi bahwa kita benar-benar tidak menginginkannya dan gagal di tahap wawancara kerja.

4. Kualifikasi di atas rata-rata

Berdasarkan pengalama kerja, kita termasuk yang memiliki kualifikasi di atas rata-rata dari persyaratan perusahaan. Besar kemungkinan tidak akan dipekerjakan, karena kita akan bosan. Perusahaan biasanya memerlukan orang yang mereka rekrut senantiasa tertantang, mengambil langkah maju, dan selalu mengembangkan diri.

5. Persiapkan kelengkapan

Sebelum mengikuti proses wawancara, minimum bawalah salinan CV. Jika ingin menjadi creative design, sertakan portofolio dan contoh-contoh desain yang pernah dibuat untuk dipresentasikan. Jangan sampai saat wawancara berlangsung tidak ada bahan untuk dijadikan nilai tambah dari proses perekrutan.

6. Perasaan gugup

Jika situasi menjadi gugup, kemungkinan besar akan melupakan poin pembicaraan utama. Lebih parahnya akan menjawab sekenanya tentang pertanyaan yang diajukan.

7. Pertanyaan penutup

Tidak memiliki pertanyaan yang baik untuk pada akhir sesi wawancara merupakan faktor kegagalan. Bertanya tentang, "Apakah bagian terbaik bekerja di sini?" dan tidak ada yang lain menunjukkan bahwa pola pikir kita sangat stagnan.

Baca juga: Rekor Terendah Baru Rupee India Tembus 80 per Dolar AS

Di atas itu semua, meskipun gagal berkali-kali, tetaplah terus mencoba. Dari kegagalan demi kegagalan yang pernah dialami, banyak pelajaran yang dapat kita petik daripada tidak pernah berusaha melamar pekerjaan sehingga tidak pernah mengalami kegagalan. Ingat, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. (OL-14)

BERITA TERKAIT