20 July 2022, 13:26 WIB

Manulife dan Bank DBS Kolaborasi Luncurkan Asuransi Jiwa Keluarga


mediaindonesia.com |

DUA perusahaan, Manulife Indonesia dan Bank DBS, Indonesia bekerja sama meluncurkan MiTreasure Whole Life Legacy (MiWILL).

MiTreasure Whole Life Legacy adalah produk perlindungan jiwa yang dapat memberikan ketenangan dalam mempersiapkan masa depan, maupun peninggalan berharga untuk keluarga.

Dalam keterangan pers, Rabu (20/7), , Presiden Direktur & CEO, Manulife Indonesia,  Ryan Charland menjelaskan bahwa  MiTreasure Whole Life Legacy dilengkapi dengan beragam keunggulan.

Ryan mengatakan keunggulannya adalah pertama, manfaat perlindungan jiwa hingga tertanggung berusia 99 tahun.

Kedua, besaran premi dasar tetap selama masa pembayaran premi. Ketiga, manfaat meninggal dunia sebesar 100% uang pertanggungan.

Keempat, manfaat pembayaran tunai sebesar 20% uang pertanggungan apabila tertanggung masih hidup dan telah mencapai usia 70 tahun.

Kelima, manfaat akhir masa [ertanggungan sebesar 100% uang pertanggungan.

Keenam. manfaat pilihan asuransi tambahan MiTreasure Critical Cover berupa uang pertanggungan jika Tertanggung terdiagnosa salah satu dari 56 penyakit kritis.

Baca juga: Lindungi Pekerja Konstruksi dengan BPJS Ketenagakerjaan

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Paulus Sutisna, mengatakan,  “Kerja sama berkesinambungan kami dengan Manulife Indonesia ini merupakan sebuah komitmen dari Bank DBS Indonesia dalam menjadi mitra yang memberikan layanan finansial yang komprehensif dan fleksibel."

"Produk ini menambah jajaran lini produk bancassurance kami yang sesuai dengan kebutuhan nasabah Bank DBS Indonesia dalam merencanakan kebutuhan finansial di masa depan,“ ujar Paulus.

“Melalui Manulife Asia Care Survey 2022, kami mengetahui bahwa 76% responden Indonesia yang berencana membeli asuransi dalam 12 bulan ke depan, dan asuransi jiwa merupakan salah satu produk yang menjadi prioritas utama," paparnya.

Ryan Charland menjelaskan bahwa Indonesia merupakan pasar terendahyang terlindungi asuransi, di antara pasar Asia lainnya yang tercakup dalam survei tersebut.

 Hal ini sejalan dengan data dari OJK yang juga mencerminkan rendahnya tingkat penetrasi asuransi di Indonesia, yakni 3,11%.

"Hal ini memperkuat alasan untuk menyediakan pilihan yang lebih beragam sebagai upaya proteksi dan peningkatan kesejahteraan fisik serta finansial bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Ryan. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT