12 July 2022, 23:05 WIB

CBDC Menambah Jenis Transaksi Keuangan di Tanah Air


M. Ilham Ramadhan Avisena |

DIREKTUR Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Ryan Rizaldi menyampaikan bahwa Central Bank Digital Currency (CBDC) akan dihadirkan untuk menambah jenis transaksi keuangan. 

Kehadiran mata uang digital tersebut bukan untuk menghilangkan ragam transaksi keuangan yang ada. "Ini bukan menghilangkan, atau menggantikan, tapi menambah (jenis transaksi) yang sudah ada," ujarnya, Selasa (12/7).

Mekanisme mengenai penerbitan, pendistribusian, hingga penggunaan CBDC saat ini masih ditelaah. Ryan mengungkapkan hal tersebut juga dilakukan oleh seluruh bank sentral di dunia.

Baca juga: BI: CBDC Harus Perkuat Stabilitas Ekonomi dan Moneter

Dalam forum G20, tiap negara bank sentral anggota memiliki fokus yang sama, yakni mencari cara agar kehadiran CBDC tidak bertentangan dengan fungsi bank sentral. Penerbitan CBDC juga bakal diupayakan tidak mengganggu stabilitas ekonomi, moneter, maupun keuangan tiap negara.

Sementara ini, BI berencana mengeluarkan white paper mengenai CBDC di akhir 2022. Setelah itu, dirilis dan mendapatkan respons, kemudian BI akan mengeluarkan consultative paper.

Baca juga: Presidensi G20, Menkeu: Harus Ada Kesepakatan untuk Hadapi Tantangan Global

"Baru setelahnya kita lakukan uji coba. Ini masih jauh. Bahkan untuk uji coba, biasanya memakan waktu," imbuh Ryan.

BI bersama dengan Bank of International Settlements (BIS) Innovation Hub menggelar ajang Techsprint Initiative 2022. Gelaran itu diikuti oleh 100 finalis dari 15 negara, yang merupakan korporasi global sampai perusahaan teknologi keuangan. 

Kompetisi internasional ini menjadi ajang untuk mengembangkan solusi mutakhir berbasis teknologi berkesinambungan. Untuk menambah wawasan eksperimen, para finalis dilibatkan dalam CBDC masterclass yang Diselenggarakan oleh BIS Innovation Hub.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT