12 July 2022, 13:38 WIB

Investasi Migas belum Melesat, Baru Sekitar Rp72 Triliun


Insi Nantika Jelita |

SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan bahwa minat investasi di sektor migas nasional belum terdongkrak.

Padahal, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyebut ada momentum kenaikan harga minyak global. "Namun, belum serta merta mendorong kenaikan investasi migas yang baru mencapai US$4,8 miliar (Rp72 triliun)," ujar Dwi dalam CEO Forum ke-2 di 2022, Selasa (12/7).

Pihaknya pun memanfaatkan pertemuan dengan CEO Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), yang menghasilkan lima rekomendasi dalam rangka peningkatan kinerja hulu migas nasional. Pertama, melakukan inventarisasi upaya jangka pendek dalam tiga bulan untuk peningkatan produksi migas.

Baca juga: Shell Bergabung dengan Proyek Gas Raksasa Qatar

Kemudian, mengkaji cost and benefit upaya peningkatan produksi yang masif dan efisien. Lalu, berupaya meningkatkan produksi, khususnya program Filling The Gap. 

Tidak kalah penting, pendalaman teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) terkait pemetaan potensi pengembangan migas, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Termasuk, variasi jenis chemical yang dapat dipergunakan.

Baca juga: Aturan BBM Subsidi Direvisi, BPH Migas: Agar Tepat Sasaran

“CEO Forum hari ini berjalan dengan baik dan menunjukkan CEO KKKS berada pada perahu yang sama, dalam meningkatkan kinerja industri hulu migas," imbuhnya.

SKK Migas menyoroti sejumlah hal yang menjadi perhatian para CEO hulu migas. Seperti, penguatan institusi hulu migas untuk memberikan kepastian hukum dan investasi. Berikut, upaya penanganan unplanned shutdown atau penghentian sebagian atau seluruh fasilitas produksi migas.

"Yang juga menjadi perhatian, bagaimana recovery pacapemulihan operasi. Bagaimana menutupi produksi yang hilang dan sebagainya," pungkas Dwi.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT