10 July 2022, 09:35 WIB

PLN Jakarta Prediksi Beban Puncak Listrik saat Idul Adha Naik 11 Persen


Insi Nantika Jelita |

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memprediksi beban puncak Hari Raya Idul Adha 1443 H pada Minggu (10/7), pukul 19.00 WIB mencapai 3.715 megawatt (MW).

"Angka ini naik 11% dibandingkan realisasi di 2021 sebesar 3.348 MW," kata General Manager PLN UID Jakarta Raya Doddy B Pangaribuan dalam keterangan pers yang, Minggu (10/7).

Sejumlah 437 rumah ibadah menjadi pantauan kesiagaan pasokan listrik jelang hari raya kurban, dengan titik pantauan utama adalah Masjid Istiqlal.

Selain rumah-rumah ibadah tersebut, PLN juga menyiapkan listrik andal untuk Jakarta International Stadium (JIS) yang menjadi pusat penyelenggaraan salat Idul Adha bagi warga Jakarta.

Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Tanjung Priok Yauri Rahmadin Madjid mengungkapkan pasokan listrik sebesar 500 KVA dan UPS 200 KVA disiapkan.

"Serta petugas siaga stand by di Gardu dan panel PLN kami siapkan untuk pengamanan pasokan listrik pada saat pelaksanaan takbir dan Ibadah Salat Idul Adha nanti,” jelasnya.

Baca juga: PLN Terima Pembayaran Kompensasi Anggaran Listrik 2021 senilai Rp24,6 Triliun

Total 2.356 personil tersebar di 18 posko disiagakan mulai 9 Juli 2022 sampai dengan 11 Juli 2022 dengan melakukan sistem piket bagi petugas operasional selama 24 jam. Hal ini untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama perayaan hari besar umat Muslim tersebut.

Selain itu, PLN juga menyiapkan peralatan backup keandalan, yaitu enam unit uninterruptible power supply (UPS) kapasitas total 890 kVA, 4 unit Unit Kabel Bergerak (UKB) dengan panjang total 1.600 meter, 21 unit Unit Gardu Bergerak (UGB) kapasitas total 14.480 kVA, 20 unit genset powerbank kapasitas total 8.890 kVA dan lainnya.

PLN mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap penggunaan alat elektronik ketika ditinggalkan selama silaturahmi bersama sanak keluarga dan kerabat. Cabut semua peralatan listrik yang tidak digunakan dan pastikan keamanan rumah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.(OL-5)

BERITA TERKAIT