07 July 2022, 23:39 WIB

Presiden Ingin Koperasi Produksi Minyak Makan Merah


Ficky Ramadhan |

PRESIDEN Joko Widodo meminta agar koperasi di sejumlah daerah membangun pabrik minyak makan merah. Hal itu sebagai alternatif pencegahan stunting dan gizi buruk di tengah masyarakat.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, saat mendampingi meninjau proses penelitian minyak makan merah di Medan, mengatakan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti dan mendorong koperasi untuk mulai memproduksi komoditas tersebut.

“Presiden meminta kami untuk menindaklanjuti, agar koperasi ini menjadi produsen minyak makan merah. Pada dasarnya, koperasi sudah ada beberapa yang siap,” ujar Teten, Kamis (7/7).

Baca juga: Minyak Makan Merah Bisa Bantu Cegah Stunting

Minyak Makan Merah merupakan inovasi dari produk turunan kelapa sawit selain CPO, yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan makanan multifungsi. Mulai dari untuk menggoreng, hingga dapat dikonsumsi langsung sebagai minyak makan.

Keunggulan minyak makan merah terletak pada kandungan gizi tinggi, mengandung beta karoten, vitamin A, fitonutrien dan komposisi asam lemak. Sehingga, menjadi produk fungsional yang strategis dalam pengentasan stunting di Indonesia. 

Baca juga: Presiden: Kawasan yang Tertata Bisa Tekan Angka Stunting

Adapun kandungan fitonutrien pada minyak makan merah, terutama vitamin E, dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif kosmetik, yang dapat mencegah penuaan dini. Serta, bahan farmasi pencegah penyakit degeneratif.

Menurut Teten, koperasi di Indonesia berpotensi untuk menjadi produsen minyak makan merah, dengan dipasok para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Apalagi, nilai investasi yang dibutuhkan lebih kecil dibandingkan pabrik minyak goreng komersial. 

Di samping itu, biaya logistik dari produksi minyak makan merah juga relatif kecil. "Kita perlu mempercepat hilirisasi sawit oleh koperasi. Sehingga, petani sawit mendapatkan nilai tambah ekonomi," jelas Teten.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT