07 July 2022, 20:49 WIB

Agar Warga Melek Investasi, Insav Festival Libatkan Banyak Pihak


Mediaindonesia.com |

INDONESIA Sharia Invesment (Insav) Festival sejatinya didedikasikan untuk meningkatkan kualitas preferensi masyarakat dalam keterlibatan membangun ekonomi syariah, khususnya investasi syariah di Indonesia. Diharapkan masyarakat melek investasi dan tidak mudah tertipu.

"Syukur Insav Festival 2022 terselengara dengan baik dan lancar. Acara ini bertujuan mengedukasi literasi di tengah maraknya investasi bodong. Jadi, harapannya masyarakat lebih melek investasi serta menangkap peluang di sektor ekonomi syariah dan tidak mudah tertipu investasi bodong," kata Ketua Panitia Insav Festival 2022 Dadang dalam keterangan resmi, Kamis (7/7).

Ajang itu berlangsung pada 2-3 Juli dan berjalan dengan lancar serta sukses. Dadang juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, BNI, SMI, SMF, Bank Muamalat, Askrindo, Panin Asset Management, RBH Sekuritas, Ethis, Alami, dan Shafiq yang ikut mendukung acara tersebut. 

"Terima kasih kepada semua pihak, lembaga keuangan, dan industri keuangan, serta anggota Komisi XI DPR Bu Anis Byarwati yang mendukung Insav Festival 2022," tutur Dadang. Panitia juga menyampaikan terima kasih kepada 13 pembicara yang secara sukarela berkenan berbagi ilmu tentang literasi keuangan dan ekonomi syariah, khususnya investasi syariah.

Baca juga: Shell Bergabung dengan Proyek Gas Raksasa Qatar

Dadang berharap ke depan Insav Festival mendapat dukungan lebih luas baik dari mayarakat umum, komunitas, lembaga keuangan, dan para pelaku industri keuangan, seperti perbankan, sekuritas, serta manajer investasi, serta industri keuangan nonbank lain. 

"Kita perlu dukungan dan sinergi banyak pihak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syarian serta meningkatkan kualitas preferensi mayarakat agar tidak terjebak pada investasi bodong. Ini tanggung jawab bersama. Karena itu ke depan kami berharap dapat dukungan yang lebih luas, terutama lembaga dan industri keuagan yang syariah seperti BSI yang tahun ini belum menyertai event ini," tutup Dadang. (OL-14)

BERITA TERKAIT