07 July 2022, 20:25 WIB

Program YESS, Cara Kementan Bekali Tim Diseminasi Keahlian Hadapi Era 5.0


Dede Susianti |

SALAH satu tantangan pertanian Indonesia adalah regenerasi petani. Meski dikenal sebagai negara agraris, namun sebagian besar petani Indonesia sudah tua atau di atas usia produktif.

Dengan kondisi itu, Kementerian Pertanian (Kementan) pun terus berbenah, melakukan perbaikan-perbaikan dengan mengeluarkan banyak inovasi. Terlebih menghadapi era 5.0.

Salah satunya melalui Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS), Kementan berupaya mengembalikan kejayaan pertanian di Indonesia dengan melahirkan petani serta wirausaha pertanian dari pedesaan.

Banyak intervensi program YESS yang telah dilakukan, dimulai dari pelatihan seperti pelatihan manajemen usaha, teknik dasar pertanian, proposal bisnis, pelatihan teknis spesifikasi jenis usaha, pelatihan literasi keuangan hingga program magang.

Tak hanya itu, program YESS juga memberikan dukungan keberlangsungan usaha dan ketenagaan, seperti fasilitasi permodalan (hibah kompetitif), fasilitasi kemitraan dengan stakeholder lain, penempatan pemagangan, layanan mentoring serta penguatan UMKM, fintech, agritech untuk kemajuan usaha.

Dari data Manajemen Informasi Sistem program YESS terdata 75.810 calon penerima dengan sebaran 37.678 di Jawa Barat, 16.939 di Jawa Timur, 7.624 di Kalimantan Selatan, dan 13.569 di Sulawesi Selatan (data per tanggal 12 Juni 2022). Dari jumlah tesebut 20.638 telah mendapatkan manfaat dari program YESS.

Untuk memasifkan program serta capaian kinerja Kementan, khususnya program YESS diperlukan adanya diseminasi informasi kepada publik atau masyarakat.

Melalui rilis resmi yang diterima Media Indonesia Kamis (7/7), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan. Kementan memiliki tren data pertanian yang meningkat bahkan selama Pandemi Covid-19, dari produksi, nilai tukar petani hingga nilai ekspor.

Baca juga : Siap Hadapi Era 5.0, Kementan Bekali Tim Diseminasi Keahlian

“Keterbukaan Informasi Publik menjadi bagian penting dari kesuksesan tersebut. Yang lebih penting informasi publik mampu melahirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat”, tegas Mentan.

Secara terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, memasuki era revolusi industri 4.0, kita kembali harus siap menghadapi tantangan dan peluang era 5.0 yang dapat dikatakan gabungan teknologi level tinggi seperti big data, pemanfaatan Internet of Things (IoT) dan artificial intelegent.

“Untuk menghadapi era tersebut, dituntut Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan mumpuni. Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, kita dapat mendiseminasikan/menyampaikan produk, program dan output yang telah dilakukan instansi/pemerintah kepada masyarakat”, papar Dedi.

Sebelumnya, saat membuka Workshop Peningkatan Kapasitas Tim Diseminasi Program YESS, Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah berpesan agar tim diseminasi program YESS baik di level National Program Management Unit (NPMU) maupun di level Provincial Project Implementation Unit (PPIU) dapat lebih kreatif dalam mengemas informasi terkait program YESS.

“Manfaatkan segala kanal media, kemas informasi dengan menarik”, pesan Munifah.

Workshop yang digelar selama 3 hari mulai 5-7 Juli itu dihadiri oleh tim diseminasi NPMU dan 4 PPIU serta 15 Young Ambassador program YESS.

Dalam kegiatan yang dikemas dengan 40 % teori dan 60% praktek, peserta dilatih kemampuan untuk berbicara didepan publik, menyusun dan mengemas berita sesuai kaidah jurnalistik, mengemas konten kreatif di media sosial baik video maupun infografis serta bagaimana membuat video dokumenter. (OL-7)

BERITA TERKAIT