07 July 2022, 19:52 WIB

Industri Security Crowdfunding Tunjukkan Performa Menjanjikan pada Triwulan II


mediaindonesia.com |

ASOSIASI Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) menyelenggarakan pertemuan bersama para anggota dan rekan media. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan laporan triwulan kedua 2022 tentang pertumbuhan industri Securities Crowdfunding (SCF).

Perlu diketahui bahwa securities crowdfunding adalah skema pendanaan dengan sistem penggalangan dana (raising fund) atau yang biasa kita kenal dengan istilah patungan, melalui pasar modal.

Securities crowdfunding lahir di tengah-tengah krisis pada tahun 2020 yang menimpa semua aspek di Bumi Pertiwi yakni pandemi Covid-19. Awal tahun setelah pandemi berakhir, badai krisis masih dalam pemulihan, namun Insya Allah tidak berdampak pada industri kecil,” ujar Reza Avensa, Ketua Umum ALUDI dalam keterangan pers, Kamis (7/7)

Kini semua instrumen investasi sedang lumayan turun. Namun uniknya apabila melihat laporan ALUDI, industri SCF mengalami peningkatan. Total kumulatif investasi yang ditawarkan SCF tumbuh hingga 45,01% dengan total Rp.609.302.057.246.

Sedangkan total kumulatif yang dihimpun SCF meningkat sampai 32,71% dengan total RP. 548.35 M. Sehingga diperkirakan Industri SCF per-akhir tahun 2022 akan tumbuh hingga 750M untuk kapital market.

Baca juga:  OJK: Securities Crowdfunding Mengalami Peningkatan yang Signifikan

Pertumbuhan industri SCF tentu saja beriringan dengan peningkatan investornya. Pada laporan ALUDI tercatat jumlah investor pada industri ini meningkat hingga 25.39%, di mana tahun 2021 hanya 93.777 dan tahun ini melonjak menjadi 117.585 investor.

Selain itu saham yang berhasil ditransaksikan (lembar) 20.557.672 dengan total nilai transaksi sebesar Rp.3.564.731.896.

“Kenaikan industri SCF ini tampak menggiurkan bagi masyarakat, terutama pengelola bisnis UMKM," jelasnya.

"Pertumbuhan anggota UMKM pada industri SCF tahun 2022 meningkat hingga 34.36% dibanding tahun 2018-2021. Rincinya terdapat 23 jenis UMKM yang tersebar di 24 provinsi Indonesia,” tambah Reza.

Masyarakat umum juga ikut merasakan dampak positif dari industri ini. Tersedianya usaha telah membuka 786 lapangan pekerjaan, dan dapat membantu mengurangi jumlah pengangguran serta positifnya adalah meningkatkan pendapatan perkapita.

Laporan yang disampaikan ALUDI berdasarkan akumulasi data yang diperoleh dari seluruh anggotanya, yang terdiri atas community partner, penerbit, investor ECF/SCF, OJK, pihak ketiga, dan 41 platform SCF lainnya.

Hal ini menjadi salah satu alasan ALUDI dipercaya sebagai komunitas yang memahami betul industri SCF.

Fokus utama ALUDI terletak pada ekosistem, terwujud dari kerjasamanya dengan beberapa universitas, komunitas lainnya, dan pemerintah.

Sosialisasi gencar dilakukan komunitas ini dengan menyebarkan buku-buku panduan industri SCF, melakukan webinar dan workshop.

ALUDI berencana untuk mensosialisasikan kembali industri SCF pada workshop legal dan valuasi SCF di bulan Juli. Tentu saja kedua kegiatan tersebut merupakan bentuk kepeduliannya terhadap literasi masyarakat akan industri baru ini. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT