06 July 2022, 21:50 WIB

Perusahaan Eksplorasi di Tanah Air Diharap Gunakan Katup Buatan Lokal


mediaindonesia.com |

PENGGUNAAN produk dalam negeri perlu terus didorong, supaya industri di Tanah Air semakin berkembang. Saat ini banyak produk, termasuk produk padat teknologi, yang bisa dibuat di Indonesia dengan kualitas tinggi.
 
“Sebagai pelaku industri lokal, kami mengapresiasi upaya Presiden Jokowi yang mendorong penggunaan produk lokal," kata Direktur Utama PT Teknologi Rekayasa Katup (TRK), Yon Ming, di acara Pra Forum Kapasitas Nasional di Palembang, Sumatra Selatan, Selasa (5/6).

"Sikap ini perlu dibarengi dengan realisasi di lapangan agar keinginan memajukan industri lokal tidak berhenti sebatas komitmen,” jelasnya.

Dalam keteranga tertulis, Rabu (6/7), Yon Ming mengatakan, di industri hulu migas, ada dukungan kuat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sebagai regulator untuk meningkatkan penggunaan produk lokal.

Bahkan penggunaan tingkat kandungan dalam Negeri (TKDN) industri hulu migas telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah yang sebesar 57%.
 
“Sekarang tinggal bagaimana jajaran lain di pemerintahan mendukung industri lokal, seperti Kementerian Perindustrian (Kemenperin) atau Kementerian Perdagangan (Kemendag)," ujar Yo Ming.

"Kita butuh dukungan serius, misalnya dalam hal perijinan atau pengurusan dokumen yang memperlancar pengembangan dan operasional industri,” jelasnya.

Baca juga: Seluruh Kepala Daerah Diinstruksikan Proteksi Produk Dalam Negeri

Menurutnya, kemampuan pabrikan lokal sebagai penunjang industri hulu minyak dan gas (migas) di Indonesia terus berkembang.

Dulu, peralatan dan permesinan untuk industri hulu migas didominasi produk impor. Misalnya saja suku cadang yang disebut valve atau katup, yang sangat vital dalam operasional migas.
 
“Valve sebagai alat untuk mengontrol jumlah aliran fluida minyak dan gas, dulu selalu diimpor dari Eropa, dan juga China. Sekarang PT TRK berhasil mengembangkan dan memproduksi katup bola (ball valve) presisi tinggi,” katanya lagi.
 
PT TRK merupakan pabrikan lokal, dengan produksi utamanya ball valve. Meskipun berstatus pabrikan lokal, perusahaan ini mampu memproduksi ball valve dengan rating 150 bar sampai 2500 bar.
 
“Semua proses pabrikasi, mulai dari pembuatan desain, permesinan, perakitan, uji coba, sampai finishing dilakukan di dalam negeri oleh pekerja lokal. PT TRK memiliki 170 karyawan. Semuanya pekerja lokal dengan kualitas terbaik,” ungkap Yon Ming.
 
Sebagai pabrikan, PT TRK telah mengantongi beragam sertifikasi seperti SKUP Migas, TKDN, BMP,  ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, OHSAS 18001:2007, API 6D, API Spec Q1.
 
Bukti bahwa ball valve buatan PT TRK tidak kalah dengan produk impor, kata Yon Ming, saat ini valve buatannya sudah diakui dan digunakan oleh sejumlah perusahaan eksplorasi dan produksi atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
 
Beberapa produk PT TRK turut ditampilkan di ajang Pra Forum Kapasitas Nasional Sumbagsel 2002 di Palembang, bersama dengan produk-produk pabrikan lokal lainnya.

Acara Pra Forum Kapasitas Nasional Sumbagsel 2002 berlangsung tiga hari, pada 5-7 Juli 2022.

Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, Rudi Satwiko, menegaskan SKK Migas terus berkomitmen agar kehadiran di sektor hulu migas nasional terus meningkatkan nilai tambah dan meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

SKK Migas berhasil meningkatkan realiasi TKDN di bidang barang dan jasa di industri hulu migas sebesar 63% pada Mei 2022, meskipun pemerintah hanya menetapkan target 57% pada 2022.

Pada acara Pra Kegiatan Forum Kapasitas Nasional di wilayah Sumbagsel ini turut hadir Gubernur Sumatra Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel S. A. Supriono. Ia mengatakan industri hulu migas di Sumsel telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian masyarakat daerah. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT