05 July 2022, 20:40 WIB

Delegasi AS dan Rusia bakal Hadiri TIIWG Kedua di Surakarta


mediaindonesia.com |

PERTEMUAN kedua Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG)/The Second TIIWG Meeting di Surakarta, Jawa Tengah, pada 6-7 Juli mengangkat tiga isu utama. Menariknya, para delegasi umumnya hadir secara fisik, termasuk Amerika Serikat dan Rusia.

Staf Khusus Bidang Hubungan Daerah Kementerian Investasi/BKPM, Tina Talisa, mengungkapkan, perwakilan delegasi G20 membahas reformasi WTO (World Trade Organization), arsitektur kesehatan global, dan ketiga soal mendorong investasi berkelanjutan.

"TWIIG pertama Maret lalu hostnya Kemenperin, yang kedua ini Kementerian Investasi. Pak Menteri BUMN Erick Thohir hadir, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga hadir," ujarnya di Surakarta, Selasa (5/7).

Tina juga menerangkan, pertemuan itu dihadiri oleh delegasi 20 negara G20, termasuk dari delegasi Amerika Serikat dan Rusia. Total, ada 51 delegasi yang akan hadir secara langsung baik dari negara anggota G20, negara yang diundang, dan juga organisasi internasional.


Baca juga: Pembangunan SDM Modal Penting untuk Capai Bonus Demografi


"Untuk negara yang hadir secara fisik di antaranya delegasi dari Rusia akan hadir secara fisik. Delegasi Amerika juga hadir secara fisik," jelas Tina.

Selain agenda persidangan, pertemuan kedua TIIWG G20 akan menghadirkan kegiatan lainnya seperti gala dinner di Keraton Kasunanan, Kirab Budaya G20 yang dirangkaikan dengan Solo Batik Carnival (SBC), serta ditutup dengan gala dinner di Balai Kota Surakarta.

"Kirab pada 7 Juli akan sangat menarik dengan kereta kencana dari Keraton Kasunanan Surakarta. Kemudian ada andong-andong, nanti Pak Bahlil, Wali Kota Mas Gibran (Rakabuming) akan naik kuda," ucap Tina.

Kemudian, dalam Kirab G20 juga mengundang Puteri Indonesia 2022, marching band, dan kegiatan lainnya. Ini semata memperkenalkan budaya Nusantara dan pengenalan Presidensi G20 ke masyarakat.

"Tujuan kirab ini juga membumikan pemahaman publik terhadap G20 bahwa ini sebuah kehormatan bagi Indonesia menjadi presidensi sebagai negara berkembang pertama Presidensi G20," tandasnya. (RO/S-2)

 

BERITA TERKAIT