05 July 2022, 20:18 WIB

Transformasi Digital Jadi Peluang UMKM Untuk Kembangkan Bisnis


Mediaindonesia.com |

PESATNYA kemajuan Teknologi yang semakin terpacu dengan adanya pandemi Covid-19 telah mendorong interaksi dan berbagai kegiatan berlangsung di ruang digital, kehadiran Teknologi digital sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat kian mempertegas saat ini Era percepatan Transformasi Digital. 

Namun masifnya pengguna internet di Indonesia membawa berbagai risiko seperti penipuan online, hoaks, perundungan digital, dan konten-konten negatif lainnya. 

Di sisi lain, peluang untuk memanfaatkan transformasi digital dalam skala bisnis juga ada, termasuk bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)/

Anggota Komisi I DPR RI Hillary Brigitta Lasut mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan platform digital Untuk memajukan UMKM di Indonesia. Dalam hal ini UMKM menjadi suatu hal yang menarik bagi kalangan masyarakat dan memang dengan UMKM dapat menjadi suatu pendorong ekonomi yang memiliki peran yang luar biasa. 

"Dengan adanya platform digital UMKM dapat berjalan dengan pesat. Mengapa demikian, karena dengan menggunakan platform digital maka segala bentuk produk akan dengan cepat terpublikasi dan tersebar dalam pasar yang lebih luas," katanya Ngobrol Bareng Legislator yang digelar Ditjen Atike Kemenkominfo bertajuk Perkembangan Digitalisasi dalam Meningkatkan Bisnis dan UMKM, Selasa (5/7).

Hillary berharap, pelaku UMKM dapat diperkuat dengan adanya platform digital, sehingga menjadi terobosan baru dalam meningkatkan semangat kalangan muda dalam membangun hal-hal seperti lapangan kerja melalui platform digital. 

Pegiat media sosial Jun Salim Tilaar menjelaskan, UMKM adalah suatu usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. 

UMKM juga telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia no. 20 Tahun 2008 bahwa UMKM adalah sesuai dengan jenis usahanya yakni usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah. 

Dalam rangka pengembangan ekonomi Nasional Indonesia yang didominasi oleh usaha kecil, mikro, dan menengah. Pemerintah mengoptimalkan potensi dan produktivitas UMKM dengan mendorong digitalisasi bagi UMKM dan menyediakan berbagai stimulus bagi umkm yang telah terdigitalisasi.

"Digitalisasi UMKM merupakan suatu upaya untuk mendigitalkan pemasaran produk-produk UMKM oleh pelaku UMKM. Secara mudahnya, di zaman dengan teknologi yang semakin canggih telah memudahkan," ujarnya.

Baca juga : Pembangunan SDM Modal Penting untuk Capai Bonus Demografi

Dalam pengembangan bisnis digital, lanjut Jun Salim,  para pelaku usaha dalam memasarkan dan menjual produk produknya secara online. Pelaku usaha dapat memasarkan produknya di media sosial bahkan dengan memberikan informasi titik lokasi pada maps yang tersedia di media sosial, sehingga memudahkan customer untuk datang langsung ke lokasi.

Sebagian pelaku usaha juga sudah tidak memerlukan lagi lapak dagangan, karena perubahan cara penjualan melalui media sosial dan e-commerce sebagai ruang baru.

Sebagai target pemulihan ekonomi, pemerintah telah mengalokasikan Rp455,62 triliun anggaran program Covid dan pemulihan ekonomi tahun 2022. Salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19, UMKM memegang peranan penting terhadap PDB dengan kontribusinya yang mencampai 61 persen dan menyerap tenaga kerja.

"Digitalisasi UMKM adalah upaya mengubah pelaku-pelaku usaha dalam memasarkan dan menjual produknya melalui pemanfaatan teknologi. Minimal setiap UMKM didorong memiliki satu kontak whatsapp, satu media sosial mainstream, satu google business/maps, dan 1 e-commerce mainstream," kata Jun.

Wakil Bendahara DPD Perkumpulan Srikandi Kreatif Indonesia (Persikindo) Riau Erma Susilawati mengatakan, gejala-Gejala transformasi di Indonesia seperti Toko konvensional yang ada sudah mulai tergantikan dengan model bisnis marketplace. Taksi atau Ojek Tradisional posisinya sudah mulai tergeserkan dengan moda-moda berbasis online. 

Direktur Jenderal Aptika Kemenkominfo Semuel A Pangerapan mengatakan, Kementerian Kmmunikiasi dan Informatika mengemban mandat dari Presiden Joko Widodo sebagai garda terdepan dalam memimpin upaya percepatan Transformasi Digital bangsa Indonesia. dalam mencapai visi dan misi tersebut Kementerian Kominfo memiliki peran sebagai Regulator, Fasilitator, dan Akselerator di bidang digital di Indonesia. 

Dalam rangka menjalankan salah satu hal tersebut terkait pengembangan SDM digital Kementerian Kominfo bersama gerakan nasional literasi digital Siber Kreasi serta mitra dan jejaringnya hadir untuk memberikan pelatihan literasi digital yang menjadi kemampuan digital tingkat dasar bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. 

"Berbagai pelatihan literasi digital yang kami berikan berbasis 4 pilar utama yaitu, kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan keamanan digital," ujarnya. 

Hingga 2021, program literasi digital ini telah berhasil menjangkau lebih dari 12 juta masyarakat di 515 Kota, pada 34 Provinsi diseluruh Indonesia. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT