30 June 2022, 23:07 WIB

Membangun Brand Bukan Hanya Sekedar Viral, Tapi Butuh Originalitas Untuk Bertahan


Mediaindonesia.com |

ERA media sosial memunculkan konten yang banyak ditonton yang kemudian disebut viral. Tak jarang, konten tersebut ternyata sebuat strategi marketing untuk menarik perhatian konsumen.

Direktur HOUNIAN Branding Agency Ian Kamil mengatakan, teknik viral dalam pemasaran, sebenarnya sudah lama dilakukan, sebelum masa internet, teknik itu dilakukan melalui informasi organik atau dari mulut ke mulut. Hadirnya internet, terlebih media sosial, membuat konten viral lebih mudah tersebar.

Meski demikian, ia menambahkan, banyaknya konten viral membuat alur konten itu mudah ditebak, publik dapat secara cakap menebak manuver viral berikutnya yang bermunculan di media sosial merupakan kampanye belaka.

"Pada era sekarang, hadirnya media sosial bahkan dapat lebih meningkatkan jumlah pesan viral dalam bentuk meme, share, like, dan forward dalam waktu yang lebih singkat. Dan tentu saja, viral menjadi sebuah teknik yang digemari oleh penggiat digital marketing di Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis.

Ian menegaskan, strategi viral marketing memang bisa membuka prospek, namun tidak bisa diimplementasikan untuk semua brand.

"Cari Tahu apa yang brand kamu butuhkan. Sebagai pemilik brand, tentu harus berevolusi sesuai situasi terkini, budaya, dan tren. Tapi, tetap harus menjaga identitas utama brand dan personalitasnya," ujar Ian.

Baca juga : Fitur Pembayaran Tempo Blibli Mitra Bantu Toko Kelontong Jaga Arus Modal dan Stok Barang

Ia menjelaskan, jika tidak memiliki dasar branding yang kuat, sebuah perusahaan dapat dengan mudah termakan oleh zaman dan situasi yang kerap berubah. Misalnya situasi pandemi yang terjadi sejak 2020 lalu, beberapa bisnis kemudian terbentur dengan faktor ekonomi serta dihadapkan dengan tantangan perubahan strategi pemasaran. 

"Sebagai agency branding, kita harus berpikir dua hingga empat langkah kedepan" ujar pemilik PT Hilwani Karunia Unggul itu.

Ian menyaksikan langsung dampak pandemi terhadap banyak brand lokal di Indonesia. 

"Kita dapat menilai sendiri, brand yang memiliki akar kuat, dapat bermanuver dengan baik saat pandemi melanda misalnya dengan mengadakan acara sosial atau dengan meluncurkan produk baru yang esensial di era Covid lalu. Disini peran sebuah agensi sangat krusial dalam memberikan arahan dan mengatur platform yang tepat demi suksesnya sebuah kampanye," tuturnya.

Peran penting lainnya adalah untuk menciptakan sebuah narasi unik dan khas bagi brand dan bisnis. Mengambil petikan dari buku Blue Ocean Strategy, "Don't imitate the competition. Set yourself apart", menurut Ian, kini adalah saat yang tepat untuk menorehkan strategi original bagi bisnis. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT