29 June 2022, 23:00 WIB

Airlangga Sebut Kasus Harian Covid-19 Masih Level Aman


mediaindonesia.com |

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan rata-rata kasus harian COVID-19 di Tanah Air masih dalam level aman di bawah 2 ribu kasus per hari namun menunjukkan peningkatan.

"Untuk positivity rate harian masih dalam level aman yakni kurang dari 5%, namun menunjukkan tren peningkatan dari sebesar 1,31% pada 11 Juni menjadi 3,46% pada 28 Juni dengan positivity rate mingguan sebesar 3,57%," jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seperti dikutip Antara, di Jakarta, Rabu (29/6).

Airlangga mengatakan bahwa dalam waktu beberapa pekan terakhir, di beberapa negara terjadi kenaikan kasus konfirmasi harian covid-19 yang cukup tinggi yang disebabkan dengan munculnya subvarian baru.

Meski masih dalam batas yang bisa ditoleransi dan tidak menimbulkan kenaikan pada tingkat hospitalisasi dan jumlah kematian, pemerintah tetap menjalankan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sampai 4 Juli 2022 dan mendorong terus pelaksanaan vaksinasi sosis-3 (booster) untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran varian dan subvarian baru, terutama BA.4 dan BA.5.

Negara lain yang memiliki jumlah kasus harian cukup tinggi sampai 28 Juni 2022 adalah India dengan 14.529 kasus, Inggris dengan kasus harian sebesar 19.513 kasus, dan Brasil dengan 55.447 kasus. Sedangkan Indonesia sendiri angka rata-rata mingguan masih di bawah 2.000 kasus per hari.

"Angka Reproduksi Kasus Efektif (Rt) nasional Indonesia juga tetap stabil 1,00 (laju penularan terkendali)," ujar Airlangga.

Rt per pulau juga tetap di sekitar 1,00 kecuali Bali 1,01. Untuk Rt terendah-tertinggi di wilayah luar Jawa-Bali yakni Maluku 0,98. Kemudian Nusa Tenggara, Papua, Kalimantan dan Sulawesi yang masing-masing 0,99, serta Sumatra 1,00.


Baca juga: Ekonomi Vietnam Kuartal II Tumbuh Tercepat selama 11 Tahun


Per 28 Juni 2022, tambahan kasus harian nasional sebanyak 2.167 kasus yang menjadikan jumlah kasus aktif menjadi sebesar 15.310 kasus dengan sumber transmisi penularan kasus dari lokal sebanyak 2.090 kasus dan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) sebanyak 77 kasus.

Sementara, kasus kematian harian masih sangat rendah hanya sebanyak 2 kasus (CFR 2,58%) dan jumlah testing relatif stabil di kisaran 50-60 ribu orang per hari.

Adapun untuk mewaspadai kenaikan kasus dan dampaknya, pemerintah terus merealisasikan penyaluran anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN). Hingga 24 Juni 2022, telah terealisasi sebesar Rp118,2 triliun atau 25,9% dari alokasi anggaran Rp455,62 triliun.

Secara rinci, klaster penanganan kesehatan terealisasi sebesar Rp29,2 triliun atau 23,8% dari alokasi Rp122,54 triliun.

"Utamanya untuk pembayaran klaim dan insentif tenaga kesehatan, serta insentif perpajakan vaksin/alat kesehatan, serta penanganan covid-19 melalui dana desa," ujar Airlangga.

Kemudian perlindungan masyarakat terealisasi sebesar Rp58,9 triliun atau 38,1% dari alokasi Rp154,76 triliun. Program pada klaster ini terdiri dari PKH, Kartu Sembako, Kartu Prakerja, BLT Desa, BLT Minyak Goreng, dan BT-PKLWN.

Serta realisasi klaster penguatan Pemulihan Ekonomi yang mencapai Rp30,1 triliun atau 16,9% dari alokasi Rp178,32 triliun. Anggaran digunakan terutama untuk program padat karya, pariwisata dan ekonomi kreatif, ketahanan pangan, teknologi informasi dan komunikasi, kawasan industri, dukungan UMKM (subsidi bunga dan IJP), dan insentif perpajakan. (S-2)

 

BERITA TERKAIT