29 June 2022, 13:10 WIB

Menperin Ajak Investor Jepang Kembangkan Industri Atsiri di Tanah Air


 Insi Nantika Jelita |

DALAM rangkaian lawatan ke Jepang, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan dengan perusahaan industri yang bergerak di bidang industri rasa (flavors) dan wewangian (fragrances), yakni Ogawa & Co, Ltd. di Tokyo, Jepang, Selasa (28/6).

Menperin menawarkan kerja sama pengolahan atsiri yang menjadi bahan dasar minyak wangi. Ia menuturkan, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2022 tentang Kebijakan Industri Nasional Tahun 2020 – 2024, Industri atsiri merupakan salah satu prioritas nasional dalam pengembangan di sektor industri hulu agro.

“Terdapat empat komoditas utama minyak atsiri yang menjadi prioritas pengembangan sektor atsiri nasional, yaitu minyak Nilam, minyak Serai Wangi, minyak Cengkih, dan minyak Pala,” kata Menperin dalam keterangan resmi, Rabu (29/6).

Agus mengemukakan, pihaknya terus memacu industri hilir atsiri untuk menguasai riset inovasi teknologi produk dan proses produksi agar mampu mengikuti laju daur hidup produk atsiri yang berkembang pesat.

Kemenperin meminta Ogawa International, perusahaan yang bergerak di bidang produksi flavor and fragrance untuk membuat semacam pusat riset atsiri hulu-hilir di Indonesia.

"Hal ini agar Ogawa dapat memperluas atau menghilirkan minyak atsiri di pabrik Karawang,” ungkapnya.

Baca juga: Kemenperin Gelar Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia di Lampung

Kemenperin menerangkan, Di Karawang, pabrik PT. Ogawa Indonesia memiliki total kapasitas produksi sebesar 3.440 ton per tahun.

Ogawa akan bekerja sama dengan perguruan tinggi seperti IPB University dalam rangka kegiatan penelitian dan pengembangan bahan baku flavors and fragrances.

“Pada 2022-2027, secara bertahap mereka akan melakukan investasi sebesar US$7 juta guna peningkatan kapasitas, optimasi teknologi dan penerapan industri 4.0. Investasi ini akan menjadikan PT Ogawa Indonesia sebagai hub di Asia untuk produksi flavor dan fragrance,” papar Agus.

Dalam kesempatan yang sama, President & CEO Ogawa & Co., Ltd., Yutaka Ogawa menyampaikan pihaknya telah menerima manfaat dari teknologi R&D dan pengetahuan bidang manufaktur dari Ogawa Jepang, yang memiliki pengalaman lebih dari 110 tahun di industri rasa (flavors) dan wewangian (fragrances).

 “Ogawa berusaha untuk menyediakan produk dan layanan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Ogawa menghargai dan menyambut bergabung dengan penelitian dan pengembangan kerja dengan pelanggan,” paparnya.

 Sementara itu, Representative President Director PT. Ogawa Indonesia, Takashi Hamaguchi mengatakan, pihaknya berperan sebagai lokasi manufaktur utama untuk rasa dan wewangian ke pasar Asia dan memasok bahan-bahan yang berasal dari Asia Tenggara.

“PT. Ogawa Indonesia menyediakan sejumlah besar bahan alami yang tumbuh di Asia Tenggara untuk grup Ogawa,” tuturnya.

Di Tokyo, Menperin Agus juga melakukan pertemuan dengan jajaran direksi perusahaan Takasago International Corporation.

“Kami mendorong investasi baru dan perluasan industri hilir atsiri, termasuk untuk Takasago Indonesia dan Takasago International,” ujarnya.

Guna menarik investasi tersebut, Pemerintah Indonesia menawarkan fasilitas insentif fiskal berupa tax allowance yang diatur melalui Peraruran Pemerintah Nomor 78 Tahun 2019.

Sementara itu, Kemenperin telah memasukkan industri hilir minyak atsiri (IHMA) sebagai sektor pionir yang bisa mendapatkan fasilitas perpajakan berupa super tax deduction atau fasilitas pemotongan pajak untuk kegiatan. (Ins/OL-09)

BERITA TERKAIT