28 June 2022, 22:51 WIB

Fitch Pertahankan Sovereign Credit Rating RI pada BBB dengan Outlook Stabil


Despian Nurhidayat |

LEMBAGA pemeringkat Fitch kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB (investment grade) dengan outlook stabil per Senin (28/6) ini.

Keputusan tersebut mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah yang baik. Serta, rasio utang pemerintah terhadap PDB relatif rendah.

Di sisi lain, Fitch melihat ada beberapa tantangan yang perlu direspons. Seperti, rasio pembiayaan eksternal yang meningkat dan penerimaan pemerintah masih rendah.

Baca juga: Bank Dunia Menilai Sektor Keuangan RI Masih Rentan Risiko Global

Kemudian, beberapa indikator struktural, seperti PDB-per-kapita dan tata kelola, yang relatif lebih rendah dibandingkan negara lain pada peringkat yang sama.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan afirmasi rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil, menunjukkan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi global, pemangku kepentingan internasional memiliki keyakinan yang kuat atas stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia.

Apalagi, terdapat peningkatan risiko stagflasi seiring kenaikan suku bunga kebijakan secara global di tengah ekonomi yang baru pulih. Beriku, semakin meluasnya kebijakan proteksionisme yang ditempuh oleh berbagai negara.

"Hal ini didukung kredibilitas kebijakan yang tinggi dan sinergi bauran kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan pemerintah," ungkap Perry dalam keterangan resmi, Selasa (28/6).

Baca juga: Menkeu: Butuh Anggaran Besar untuk Capai Target NDC

Ke depan, Bank Indonesia terus mencermati perkembangan ekonomi dan keuangan global dan domestik. Serta, merumuskan dan melaksanakan langkah yang diperlukan untuk memastikan stabilitas makroekonomi dan stabilitas keuangan.

Pada laporan yang baru dirilis, Fitch menilai pemulihan ekonomi Indonesia akan berlanjut, dengan dukungan kinerja sektor jasa yang membaik dan ekspor yang kuat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 diperkirakan tumbuh 5,6% dan meningkat menjadi 5,8% pada 2023.

Lalu, Fitch memperkirakan transaksi berjalan pada 2022 akan mencatat defisit rendah, yaitu 0,4% dari PDB. Kemudian, meningkat menjadi 1,0% dari PDB pada 2023. Sebelumnya, Fitch mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB dengan outlook Stabil pada 2021.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT