28 June 2022, 21:30 WIB

BI Lampung Terus Dorong Transaksi Nontunai


Cri Qanon Ria Dewi |

DEPUTI Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Tony Noor Tjahjono, mengungkapkan Bank Indonesia terus mendorong masyarakat untuk bertransaksi secara nontunai. Ini dilakukan terutama pada masa pemulihan ekonomi nasional yang sedang berlangsung.

"Bank Indonesia memiliki berbagai inisiatif untuk mendorong industri memanfaatkan sistem pembayaran digital," ujar Toni pada webinar bertajuk Bubalah Jejama Digital yang diselenggarakan Kantor Bank Indonesia Perwakilan Lampung, pada Selasa (28/6). Sistem pembayaran tersebut, katanya, di antaranya quick response code Indonesia standard (QRIS), BI-Fast, Standar Nasional Open API (application programming interface) atau disebut SNAP, dan lainnya.

Disebutkan pula bahwa webinar tersebut merupakan upaya Bank Indonesia mendorong transformasi sistem pembayaran serta sebagai sarana peningkatan literasi terkait kebijakan dan inovasi sistem pembayaran di Indonesia. 

Di sisi lain, ekonom Ahli Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Agung Bayu Purwoko menyatakan pola konsumsi masyarakat Indonesia serta penguasaan teknologi merchant yang lebih tech-savvy mendorong optimisme perkembangan ekonomi digital di Indonesia. "Perkembangan ini memungkinkan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal (Cemumua), serta membuka lebar peluang inklusivitas ekonomi keuangan," ujar Agung Bayu Purwoko.

Baca juga: Raksasa Energi Prancis Desak Gerakan Pengurangan Konsumsi Nasional

Ia menilai QRIS sebagai game changer digitalisasi sistem pambayaran terutama pada masa pandemi, perluasan BI-Fast dan pengembangan SNAP sebagai upaya mendukung interlink bank san fintech secara bertahap. Hal itu, tambahnya, menjadi wujud nyata dari upaya Bank Indonesia sebagai otoritas yang berwenang dalam sistem pembayaran yang merespons dinamika ekonomi dan keuangan digital di Indonesia. "Ini termasuk melalui berbagai inovasi sistem pembayaran yang dilakukan dengan kolaborasi bersama industri maupun otoritas lain."

Direktur Eksekutif Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Djamin Edison Nainggolan mengungkapkan ASPI sebagai mitra strategis Bank Indonesia selalu berusaha aktif dalam pembuatan standar dan implementasi kebijakan sistem pembayaran di Indonesia, khususnya terkait digital payment. "Dukungan ASPI dalam blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 terwujud dalam hal pengembangan open banking, sistem pembayaran rotel untuk mendorong cashless transaction, serta terkait dengan regulasi, perizinan dan pengawasan," ujarnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT