27 June 2022, 11:46 WIB

Biaya Produksi Minyak Mawar Bulgaria untuk Parfum Naik 40%


Mediaindonesia.com |

BISNIS bukanlah tempat tidur mawar untuk pembuat minyak mawar Bulgaria pada saat ini. Terbuat dari mawar Damask yang tumbuh di Lembah Mawar, minyak ini merupakan bahan penting dalam parfum yang dibuat oleh merek-merek mewah top dunia seperti Christian Dior, Estee Lauder, dan Chanel.

Namun gelombang panas memangkas panen kelopak mawar tahun ini, tenaga kerja sulit ditemukan, dan lonjakan harga energi global meningkatkan biaya untuk produk yang sangat berharga sehingga dijuluki emas cair.

"Minyak tahun ini akan jauh lebih mahal," ujar Plamen Stankovski, mitra di produsen dan eksportir minyak mawar Bulattars, kepada AFP di tempat penyulingannya di dekat Pavel Banya, Lembah Mawar Bulgaria yang terkenal.

Baca juga: Perusahaan Investasi Israel Gandeng EDB Singapura Kembangkan Startup

Biaya produksi untuk satu kilogram minyak mawar mencapai sekitar 6.000 euro (US$6.300) pada 2021. Namun biayanya melonjak sebanyak 40% tahun ini. 

Menurut sejumlah produsen, harga kelopak saja naik dua kali lipat sejak tahun lalu. Ini berarti toples kaca seberat 4,5 kilogram berisi minyak kental berwarna kuning keemasan dapat terjual lebih dari 45.000 euro tahun ini.

Bulgaria ialah pembuat minyak mawar terbesar di dunia bersama dengan Turki. Penyulingan untuk membuat zat berharga tersebut menggunakan gas alam, solar, dan bahan bakar minyak. 

Baca juga: Kepala IMF: Resesi AS Diperlukan untuk Taklukkan Inflasi

Nah, komoditas tersebut harganya melambung setelah Rusia menginvasi Ukraina pada akhir Februari. "Harga bahan bakar naik dua atau bahkan tiga kali lipat," kata Stankovski. (OL-14)

BERITA TERKAIT