25 June 2022, 17:01 WIB

Ada Wilayah Surplus Jagung, Namun Distribusi Terkendala


Insi Nantika Jelita |

KEPALA Badan Pangan Nasional (BPN) atau National Food Agency Arief Prasetyo Adi meninjau wilayah panen jagung yang surplus di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, pihaknya mengakui ada kendala pada distribusi.

"Panen jagung terus berlimpah, tetapi tidak dapat terdistribusi dengan cepat, lantaran keterbatasan logistik pangan," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (25/6).

Untuk mengupayakan hal tersebut, NFA bersinergi dengan Kementerian Perhubungan mendorong percepatan mobilisasi hasil pangan. Itu dengan optimalisasi fungsi pelabuhan untuk arus pergerakan bahan pangan.

Baca juga: Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

“NFA bersama Kementerian Perhubungan, Bulog, PT Berdikari member of ID Food, serta Pemprov Nusa Tenggara Barat mendorong percepatan logistik pangan," imbuhnya.

NFA juga berkoordinasi dengan stakeholder terkait distribusi pangan antarwilayah guna menjangkau semua daerah. "Kami bangun ekosistem pangan didukung fasilitas pelabuhan yang baik. Untuk melancarkan distribusi, sehingga produksi petani cepat terserap," terang Arief.

Baca juga: Presiden: Diversifikasi Pangan Harus Dilakukan

Jika ekosistem pangan berjalan, Arief meyakini bahwa produksi pangan di NTB, seperti jagung yang cukup berlimpah, akan menjadi sumber pangan. Bahkan, bisa didorong untuk komoditas ekspor.

“Kalau stoknya cukup, kita bisa simpan untuk panen berikutnya. Sisanya, kita dorong ekspor ini adalah waktunya kita bersaing keluar sesuai arahan Presiden," pungkasnya.

Tenaga Ahli Menteri Perhubungan Andre Mulpyana menyebut pihaknya akan fokus mengurai penyempitan arus keluar (bottleneck) komoditas pangan melalui jalur laut. Itu sebagai upaya memperlancar distribusi pangan antarwilayah.(OL-11)

BERITA TERKAIT