25 June 2022, 08:54 WIB

Jotun Indonesia Benamkan Rp742 Miliar untuk Bangun Pabrik Baru


Mediaindonesia.com |

PT Jotun Indonesia melakukan ekspansi dengan menambah pembangunan pabrik baru untuk waterbase/cat berbahan dasar air dan memperluas kapasitas gudang utama pada tahun ini. Dengan pabrik baru tersebut, penambahan kapasitas produksi menjadi 100 juta liter per tahun. 

Pembangunan pabrik baru dan perluasan gudang utama akan dibangun dalam area seluas 8.000 m2 yang terletak di kawasan industri MM 2100, Cibitung, Jawa Barat. Prosesi ground breaking atau peletakan batu pertama dilakukan oleh Managing Director PT Jotun Indonesia Ram Ramnath didampingi oleh Second Secretary of The Royal Norwegian Embassy, Elvind Forbord, dan Project Manager PT Jotun Indonesia Morten Nordrum. 

Memulai bisnisnya pertama kali di 1986, PT Jotun Indonesia berkembang dengan sangat pesat. Pabrik pertama dibangun pada 2004 yang juga terletak di Kawasan Industri MM2100, Cibitung.

Baca juga: PLN Jamin Infrastruktur Kelistrikan Rampung Saat KTT G20 di Bali

"Saat ini kami memiliki pangsa pasar lebih dari 30% di segmen performance coatings. Namun kita ketahui bersama bahwa pangsa pasar cat terbesar pada segmen cat dekoratif atau cat tembok. Selama hampir 18 tahun kami bertumbuh sangat baik di segmen ini, sehingga memutuskan untuk segera meningkatkan kapasitas produksi sehingga dapat mendukung pertumbuhan pesat segmen dekoratif," ujar Ram Ramnath, Managing Director PT Jotun Indonesia, dalam keterangan resmi, Sabtu (25/6).

Menurutnya, proyek ekspansi yang cukup besar bagi Jotun Indonesia itu dengan perkiraan biaya sekitar US$50 juta atau sekitar Rp742 miliar. Setelah proyek siap, pihaknya berambisi mengembangkan bisnis secara cepat dengan mempertahankan tingkat pertumbuhan setidaknya dua digit setiap tahun di segmen cat dekoratif. Perusahaan juga akan terus memperluas distribusi dengan jaringan Jotun Multicolor Centre dan lebih banyak gudang di dalam negeri sehingga tingkat pertumbuhan dapat terus stabil di masa yang akan datang. 

Pembangunan itu ditargetkan selesai dan dapat beroperasi secara penuh pada kuartal kedua 2024. Ia berharap hal tersebut dapat meningkatkan lagi posisi perusahaan yang saat ini sudah berada di lima besar pemain cat di segmen dekoratif di Indonesia. (OL-14)

BERITA TERKAIT