24 June 2022, 23:20 WIB

Dukung Pencapaian SDGs, PT KNI Raih 3 Penghargaan dalam Ajang CSR & PDB Awards 2022


Mediaindonesia.com |

PT Kaltim Nitrate Indonesia (PT KNI) kembali membuktikan kiprahnya dalam implementasi Program Corporate Social Responsibility di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Berkat konsistensi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), perusahaan produsen Ammonium nitrate itu meraih tiga kategori penghargaan dalam ajang CSR dan Pembangunan Desa Berkelanjutan Awards 2022.

Ajang penghargaan ini diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bekerja sama dengan Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) di JS Luwansa Hotel & Convention Center Jakarta.

Penganugerahan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin didampingi Menteri Desa, PDTT Republik Indonesia A. Halim Iskandar,  dan Ketua Umum ISSF Sudarmanto kepada Presiden Direktur PT Kaltim Nitrate Indonesia Twedy M Nasution didampingi Community Relation & GA Dept Head KNI Rheza Zacharias.

Twedy menegaskan, dengan diperolehnya penghargaan ini, kedepannya PT KNI akan terus berkomitmen memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal disekitar lingkungan perusahaan.

“Tentunya kami merasa sangat terhormat menjadi bagian dari acara ini. Sebuah kebanggaan bahwa komitmen keberlanjutan PT KNI dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan dan lingkungan kepada masyarakat, diapresiasi dengan tiga penghargaan. Semoga ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menebarkan kebermanfaatan melalui program pemberdayaan masyarakat di lingkungan perusahaan,” ujar Twedy M Nasution dalam keterangannya.

Adapun penghargaan yang didapatkan PT Kaltim Nitrate Indonesia dalam ajang CSR dan Pembangunan Desa Berkelanjutan Awards 2022 adalah Program MAHIRA (Rumah Ibadah Ramah Anak) meraih predikat Gold, GERUSTIK (Gerakan Pengurangan Sampah Plastik) meraih predikat Gold serta SANAK SAUDARA (Sapa Anak Sewaktu Covid Agar Gembira) meraih predikat Silver.

Terkait pencapaian itu, program-program yang dijalankan PT Kaltim Nitrate Indonesia mengacu pada tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs. Program MAHIRA dan GERUSTIK mengacu pada tujuan SDGs 11 (Sustainable Cities and Communities). 

MAHIRA merupakan program perlindungan anak melalui pengembangan ruang kreatif anak. Program ini merupakan sinergi antara masyarakat, Pemerintah Kota Bontang dan dunia usaha dalam upaya pemenuhan hak anak melalui penciptaan ruang kreatif anak yang rekreatif, aman dan nyaman melalui pemanfaatan rumah ibadah. 

Baca juga : LMAN Kucurkan Pendanaan Hingga Rp6,2 Triliun Dukung Proyek Strategis Nasional tahun Ini

Kemudian GERUSTIK adalah program kolaborasi bersama Universitas Mulawarman dalam upaya penyelamatan lingkungan melalui edukasi dan kampanye terkait pengurangan penggunaan kemasan plastik sekali pakai. 

Selanjutnya, Program SANAK SAUDARA mengacu pada tujuan SDGs 3 (Good Health and Well Being). Program ini masuk dalam cluster Pemenuhan Hak Anak di bidang kesehatan serta perlindungan khusus anak. Berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Bontang, program ini membantu anak-anak (usia 0-18 tahun) yang terdampak Covid-19 dan terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bontang. 

Kegiatannya adalah memberikan layanan psikososial, suplementasi nutrisi, permainan edukatif serta buku bacaan untuk anak. 

Penyelenggaraan award ini mengadopsi empat kriteria penilaian untuk Badan Usaha (Perusahaan BUMN dan Swasta) yaitu memiliki indikator perencanaan program seperti adanya dokumen latar belakang program pengembangan BUM Desa/BUM Desa Bersama atau program CSR lainnya, adanya perencanaan seperti renstra dan dokumen RI PPM.

Kedua, dalam pelaksanaan secara umum terdapat fasilitasi program, adanya kesesuaian tahapan pelaksanaan dengan perencanaan dan program minimal sudah berjalan satu tahu. Secara khusus dari aspek kelembagaan, manajemen, kerja sama atau kemitraan, aset dan permodalan serta aspek administrasi, laporan keuangan dan akuntabilitas.

Selanjutnya, monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara rutin bersama dengan lembaga lain, terdapat tindak lanjut dan perbaikan terhadap dokumen hasil monitoring dan evaluasi. 

Indikator keempat yakni dampak dari program seperti adanya penambahan jumlah unit usaha BUM Desa, ada perubahan yang lebih baik, berkontribusi terhadap PaDes, peningkatan jumlah tenaga kerja, berkontribusi terhadap kegiatan sosial budaya masyarakat, berkontribusi bagi pelestarian lingkungan, menjadi contoh bagi BUM Desa/BUM Desa Bersama lainnya dan kontribusi terhadap pencapaian SDGs Desa. 

Sedangkan dampak untuk program CSR lainnya terdapat ragam dan jumlah penerima manfaat, jumlah manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan yang diterima oleh penerima manfaat, serta nilai perhitungan SROI Program CSR dan kontribusi terhadap pencapaian SDGs. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT