23 June 2022, 17:39 WIB

BI: Suku Bunga Perbankan Terus Mengalami Penurunan


Despian Nurhidayat |

GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa suku bunga perbankan terus mengalami penurunan sejalan dengan tren menurunnya risiko kredit. Hal ini terlihat dari data di pasar uang, suku bunga IndONIA pada Mei 2022 stabil sebesar 2,79% dibandingkan dengan Mei 2021. 

"Sementara di pasar dana, suku bunga deposito 1 bulan perbankan turun sebesar 75 bps sejak Mei 2021 menjadi 2,86% pada Mei 2022, dan dj pasar kredit, suku bunga kredit menunjukkan penurunan 52 bps pada periode yang sama, di tengah membaiknya persepsi risiko perbankan," ungkapnya dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (23/6).

Baca juga: UOB Indonesia Beri Pendanaan Proyek Hijau melalui U-Energy

Perry pun menekankan bahwa peran perbankan dalam penyaluran kredit/pembiayaan, termasuk melalui penurunan suku bunga kredit, dapat ditingkatkan guna makin mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, ketahanan sistem keuangan dikatakan tetap terjaga dan intermediasi perbankan pun terus melanjutkan perbaikan. 

Hal ini terlihat dari Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio / CAR) perbankan April 2022 yang tercatat tetap tinggi sebesar 24,28%, dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan / NPL) tetap terjaga, yakni 3% (bruto) dan 0,83% (neto). 

Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 9,93% (yoy), sementara intermediasi perbankan pada Mei 2022 melanjutkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya dengan pertumbuhan kredit sebesar 9,03% (yoy). 

"Pertumbuhan kredit terjadi di seluruh kelompok bank dan hampir di seluruh sektor ekonomi, terutama pada segmen kredit Korporasi dan UMKM, seiring berlanjutnya pemulihan aktivitas korporasi dan rumah tangga," kata Perry.

Dari sisi penawaran, standar penyaluran kredit perbankan tetap longgar, terutama di sektor Perdagangan, Industri, dan Pertanian seiring membaiknya persepsi risiko kredit. 

Dari sisi permintaan, pemulihan kinerja korporasi terus berlanjut, tercermin dari perbaikan penjualan yang selanjutnya meningkatkan permintaan pendanaan perbankan, kemampuan membayar, dan belanja modal korporasi. Pertumbuhan kredit UMKM juga meningkat sebesar 16,97% (yoy) pada Mei 2022. 

BI, lanjut Perry, terus mendorong perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada sektor prioritas dan inklusif, serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas lainnya dan dunia usaha untuk mengakselerasi pemulihan intermediasi guna memperkuat momentum pemulihan ekonomi. (OL-6)

BERITA TERKAIT