23 June 2022, 17:18 WIB

UOB Indonesia Beri Pendanaan Proyek Hijau melalui U-Energy


Insi Nantika Jelita |

BANK UOB Indonesia meluncurkan U-Energy, platform pembiayaan terintegrasi pertama di Asia untuk proyek hijau dalam efisiensi energi bagi bangunan dan rumah di Tanah Air.

Wholesale Banking Director UOB Indonesia Harapman Kasan menuturkan, sasaran pendanaan ini ialah pemilik bangunan industri dan komersil yang bisa memperoleh pinjaman atau kredit dengan menyetujui pemanfaatan peralatan dan sistem penyesuaian ukuran alat-alat oleh mitra U-Energy.

"Jumlah pinjaman ini tergantung kebutuhan. Contohnya, ada nasabah yang mau pasang AC dengan penggunaan listrik kecil, ini bisa lebih mudah dengan kartu kredit kita," ujarnya di kantor UOB Indonesia, Jakarta, Kamis (23/6).

Untuk pendanaan hijau bagi perusahaan, UOB Indonesia akan melihat seberapa besar biaya yang akan dikeluarkan perusahaan itu. Harapman mengatakan, pada umumnya perbankan akan memberi pinjaman sebesar 70%-80% dari total nilai proyek tersebut.

"(Pinjaman) ini tergantung dari kondisi perusahaan. Tim kami siap berdiskusi untuk mencari jalan keluar terbaik untuk proyek mereka," ucapnya.

Baca juga: Side Events B20 Indonesia Bahas Peluang dan Tantangan Ekonomi Transisi Energi

Di Indonesia, platform U-Energy menggandeng empat penyedia jasa energi lokal yang dapat dimanfaatkan nasabah dalam proyek efisiensi energi, antara lain PT Amerindo Energy Solutions (yang juga dikenal dengan Synergy Efficiency Solutions, Barghest Building Performance, G-Energy, dan Schneider Electric.

Mitra-mitra U-Energy ini dapat mendukung proyek efisiensi energi dalam hal pemanfaatan chiller and efisiensi pendingin udara, pemasangan panel surya di atap, peralihan ke lampu LED, pengubahan muka bangunan untuk memantulkan cahaya matahari langsung guna mengurangi penyerapan panas dan lainnya.

Head of Construction &Infrastructure, Sector Solutions Group, UOB Singapore Jasper Wong mengatakan, melalui U-Energy, UOB Indonesia membantu bisnis dan pemilik rumah melakukan penghematan tagihan listrik.

Selain itu, platform ini juga bertujuan membantu target pemerintah Indonesia dalam mengejar netralitas karbon di 2060 atau lebih cepat.

"Kami berkomitmen untuk andil dalam penanganan perubahan iklim Indonesia dengan membantu nasabah dalam program efisiensi energi," tuturnya. (A-2)

BERITA TERKAIT