23 June 2022, 16:25 WIB

BI: Inflasi Terus Meningkat Akibat Kenaikan Harga Komoditas Dunia


Despian Nurhidayat |

GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyoroti inflasi domestik yang terus mengalami peningkatan, karena tingginya tekanan sisi penawaran. Hal itu seiring dengan kenaikan harga komoditas dunia. 

Kondisi tersebut pun tecermin dari data Mei 2022, di mana Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi sebesar 0,40% (mtm) atau 3,55% (yoy). Itu lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya, yakni sebesar 3,47% (yoy).

"Meski demikian, inflasi inti tetap terjaga sebesar 2,58% (yoy) di tengah meningkatnya permintaan domestik dan konsistensi kebijakan BI dalam menjaga ekspektasi inflasi," jelas Perry dalam konferensi pers, Kamis (23/6).

Baca juga: BI Masih Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,50%

Sementara itu, inflasi kelompok volatile food meningkat, khususnya dipengaruhi kenaikan harga pangan global dan terganggunya pasokan akibat faktor cuaca. 

Inflasi kelompok administered prices juga masih tercatat tinggi, yang dipengaruhi oleh inflasi angkutan udara dan energi. Ke depan, tekanan inflasi IHK diperkirakan meningkat, akibat kenaikan harga energi dan pangan global. 

Baca juga: Inflasi Mei Sentuh 3,55%, BPS: Tertinggi Sejak Desmber 2017

Adapun inflasi IHK pada 2022 diprakirakan sedikit lebih tinggi dari batas atas sasaran. Lalu, bisa kembali ke dalam sasaran 3,0±1% pada 2023.

"BI terus mewaspadai tekanan inflasi ke depan dan dampaknya pada ekspektasi inflasi. Serta, menempuh kebijakan penyesuaian suku bunga, apabila terdapat tanda kenaikan inflasi inti," paparnya. 

"Kami juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID)," imbuh Perry.(OL-11)

BERITA TERKAIT