23 June 2022, 14:09 WIB

Kunjungi AS, Kepala Bappenas Tinjau Ekosistem Pangan dan Pertanian


Despian Nurhidayat | Ekonomi

MENTERI PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS) untuk meninjau sejumlah sektor, termasuk pangan dan pertanian.

Khususnya, terkait pengembangan beras, buah dan sayur, nutrisi pangan, produksi kakao dan komoditas perkebunan. Diawali kunjungan ke Syngenta Woodland Vegetable Facility, California, Suharso meninjau teknologi pangan dan pertanian.

Sebagai mitra pembangunan, Syngenta telah bekerja sama dengan Indonesia melalui inovasi dan teknologi pangan berkelanjutan. Serta, membantu ketersediaan pangan global dengan tetap menjaga kelestarian bumi.

Baca juga: Menteri ATR Targetkan Program PTSL Capai 100%

“Hasil kunjungan kerja ini menjadi salah satu acuan Kementerian PPN/Bappenas untuk membahas rancangan kerja sama pengembangan benih dan integrasi hulu-hilir hortikultura di Indonesia,” ujar Suharso dalam keterangan resmi, Kamis (23/6).

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 menargetkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto pada sub sektor hortikultura sebesar 6%, dengan peningkatan produksi sayur sebesar 3,1% dan buah sebesar 5,7% pada 2024.

Untuk mencapai target tersebut, dari sisi supply, pemerintah berupaya untuk meningkatkan produksi dan nilai ekonomi tata niaga hortikultura. Lalu dari sisi demand, masyarakat diimbau untuk lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur.

Dalam agenda pembahasan bersama HarvestPlus, Suharso menekankan bahwa Indonesia fokus pada peningkatan kandungan nutrisi pangan melalui benih padi (biofortifikasi), yang meningkatkan kualitas pangan. Serta, mengurangi prevalensi stunting dan wasting. 

Baca juga: Mantan Kepala Bappenas: Pemindahan Ibu Kota Menata Indonesia

RPJMN 2020-2024 menargetkan luas lahan produksi padi biofortifikasi hingga mencapai 200 ribu hektar pada 2024. Untuk pengembangan komoditas perkebunan, Suharso mengunjungi MARS dan Orion Genomics. 

Adapun dalam RPJMN 2020-2024, peningkatan produksi kakao ditargetkan sebesar 2,7% dan sub sektor perkebunan sebesar 4,98% pada 2024. Salah satunya, melalui upaya peningkatan produktivitas benih kebun. 

Pada 2018, angka produktivitas kakao nasional yang mencapai 729 kilogram per hektare per tahun. Itu masih di bawah potensi produktivitas sebesar 2.000 kilogram per hektare per tahun.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT