22 June 2022, 17:00 WIB

Cocok untuk Mahasiswa dan Investor Pemula, Ini 5 Alasan Reksa Dana Layak Jadi Pilihan


mediaindonesia.com |

INVESTASI bagi kebanyakan anak muda, khususnya yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa, mungkin bukanlah prioritas pada pengelolaan keuangannya. Salah satu alasannya karena miskonsepsi atau kurangnya pemahaman tentang pengertian dari investasi serta berbagai manfaatnya. 

Tidak sedikit anak muda yang masih berpikiran jika investasi hanya dapat dilakukan ketika sudah memiliki penghasilan sendiri dalam jumlah yang cukup besar. Namun, faktanya investasi justru perlu dimulai sedini mungkin supaya bisa memberikan manfaat keuntungan yang lebih menjanjikan. 

Walaupun mungkin masih belum memiliki pemasukan tetap, mahasiswa juga bisa mulai berinvestasi dengan modal yang sedikit sekalipun. Hal ini karena adanya reksa dana sebagai instrumen investasi yang cocok dijadikan pilihan oleh investor dari semua kalangan bermodal kecil, tak terkecuali pelajar atau mahasiswa. 

Lalu, kenapa memilih reksa dana sebagai instrumen investasi untuk mahasiswa atau investor pemula? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut telah terangkum 5 alasan mengapa reksa dana layak menjadi pilihan investasi yang ideal bagi mahasiswa dan investor pemula. 

1. Cara Kerja Simpel dan Mudah Dipelajari
Sebagai investor, Anda hanya perlu menyetorkan dana pada instrumen reksa dana, dan pihak manajer investasi akan secara otomatis mengalokasikannya pada produk investasi pilihannya. Yang harus diperhatikan saat memutuskan untuk berinvestasi reksa dana adalah mengecek kinerjanya dalam kurun waktu 1 atau 2 tahun.

Apabila kinerjanya terlihat bagus dan menjanjikan, artinya produk reksa dana tersebut layak untuk dipilih. Sebaliknya, jika dalam kurun waktu tertentu nilai investasi reksa dana tidak berkembang, Anda bisa mulai mempertimbangkan untuk mencari produk lain yang lebih menguntungkan.

Di samping itu, pembelian reksa dana bisa langsung dilakukan melalui berbagai platform digital atau aplikasi di smartphone. Jadi, Anda pun bisa langsung berinvestasi dengan praktis dan tanpa ribet melalui platform atau layanan tersebut.  

2. Bisa Dimulai dengan Modal Receh
Selain bisa dengan mudah dipelajari, investasi reksa dana juga tak memerlukan modal yang besar untuk dapat memulainya. Bahkan, bagi ukuran dompet mahasiswa, modal agar bisa berinvestasi reksa dana ini terbilang receh, yakni mulai dari Rp10.000 saja.

Kenapa investasi reksa dana bisa begitu terjangkau? Ini karena reksa dana merupakan instrumen investasi dengan cara kerja menampung modal yang ditanam oleh banyak investor sekaligus. Dengan begitu, manajer investasi bisa membeli produk investasi pilihannya dengan modal yang telah terkumpul tersebut.

Dengan kata lain, tidak ada alasan mahasiswa tak bisa berinvestasi karena terkendala modal. Pasalnya, melalui instrumen ini, Anda bisa berinvestasi dengan nominal dana yang sangat terjangkau sekalipun. 

3. Tingkat Likuiditas Tinggi
Kelebihan lainnya dari reksa dana jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya adalah tingkat likuiditasnya yang terbilang tinggi. Investor bisa dengan mudah dan cepat mencairkan dana investasinya kapanpun dibutuhkan, tanpa ada potongan biaya atau sanksi denda yang merugikan. 

Jadi, Anda pun tak perlu khawatir apabila tiba-tiba membutuhkan dana dalam waktu dekat saat aktif berinvestasi di instrumen ini. 

4. Imbal Hasil Tak Kalah Menjanjikan
Reksa dana adalah instrumen investasi yang memiliki tingkat keuntungan relatif lebih besar jika dibandingkan dengan instrumen berisiko sedang atau rendah lainnya. Terlebih, keuntungan dari investasi ini juga bisa dirasakan dalam jangka waktu sedang atau panjang sekalipun. 

Tergantung dari kinerja atau kondisi di pasar modal, keuntungan berinvestasi di instrumen ini bisa mencapai 6,5% per tahunnya. Bahkan, dalam kondisi tertentu, imbal hasil dari investasi reksa dana bisa menyentuh angka belasan persen setiap tahunnya. 

5. Risiko Cenderung Bisa Ditoleransi
Alasan terakhir kenapa reksa dana layak dijadikan sebagai instrumen pilihan mahasiswa atau investor pemula adalah tingkat risikonya yang masih bisa ditoleransi. Dengan tingkat risiko yang tidak terlalu tinggi, volatilitas dari reksa dana bisa dibilang cukup stabil dan tidak terlalu tajam. 

Khususnya jika dibandingkan dengan saham yang mempunyai tingkat risiko relatif tinggi dan sukar ditoleransi oleh investor pemula atau mahasiswa yang cenderung memiliki profil risiko moderat. 

Tentukan Dulu Tujuan Investasi Sebelum Memilih Instrumennya
Terlepas dari beragam alasan mengapa reksa dana layak dijadikan pilihan instrumen investasi yang telah disebutkan di atas, Anda tetap harus menyesuaikannya dengan kebutuhan dan tujuan investasi. 

Jika ditujukan untuk investasi jangka pendek, pilih reksa dana pasar uang mungkin akan lebih cocok karena memiliki tingkat risiko yang rendah. Sementara untuk investasi jangka panjang, reksa dana saham mungkin menjadi pilihan yang lebih tepat karena mampu berikan peluang keuntungan lebih tinggi. Selamat mencoba. (RO/OL-10)
 

BERITA TERKAIT