21 June 2022, 21:50 WIB

Ekonom : Pujian Jokowi pada Airlangga Soal Prakerja, Cukup Beralasan


mediaindonesia.com |

EKONOM Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menanggapi pujian Presiden Joko Widodo terhadap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto terkait program Kartu Prakerja.

Jokowi menyebutkan, kartu prakerja merupakan salah satu program yang berhasil.

Yusuf menerangkan, jika bicara konteks pandemi, maka klaim Jokowi tersebut beralasan.

Kartu Prakerja berhasil menjadi salah satu program pemerintah yang bisa menjadi bantalan sementara bagi kelompok masyarakat yang terdampak dari pandemi untuk bisa survive dalam mengarungi pandemi 2 tahun ke terakhir.

"Program ini setidaknya memberikan insentif bagi mereka yang membutuhkan agar mereka bisa terjaga daya belinya di tengah penurunan aktivitas perekonomian selama pandemi," kata Yusuf saat dihubungi, Selasa (21/6).

Di sisi lain kartu prakerja juga menjadi semacam bantuan bagi mereka yang ingin membuka usaha sementara. Demi mendapatkan penghasilan ataupun pendapatan selama periode pandemi.

Baca juga: Jadi Bagian Program Kartu Prakerja, BNI Turut Cetak Alumni Produktif

Beberapa survei yang dilakukan oleh lembaga, baik lembaga pemerintah maupun lembaga penelitian, menunjukkan ada dampak positif yang diberikan oleh program Kartu Prakerja. Terutama sekali lagi untuk menjaga daya beli mereka sementara.

"Namun demikian, jangan dilupakan bahwa program kartu pr kerja pada dasarnya diperuntukkan untuk meningkatkan skill para pekerja untuk bisa masuk ke lapangan kerja utama," tegas Yusuf.

Dia menambahkan, hal yang menjadi persoalan, tidak semua pelatihan yang didapatkan peserta sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia saat ini.

Sementara di sisi lain, proses penciptaan lapangan kerja masih rendahnya membuat skill yang mereka dapatkan dari program kartu prakerja belum termanfaatkan secara lebih optimal.

Oleh karena itu, untuk pelaksanaan di masa yang akan datang, program Kartu Prakerja perlu menyesuaikan dengan kebutuhan skill yang diperlukan tenaga kerja untuk masuk ke lapangan kerja yang tersedia saat ini.

Di saat yang bersamaan, pemerintah juga perlu kebijakan penciptaan lapangan kerja yang disesuaikan dengan program pelatihan yang ditawarkan oleh kartu prakerja maupun program-program pelatihan yang tersedia saat ini.

"Sederhananya jika penciptaan lapangan kerja tidak terjadi ,maka mereka yang sudah mendapatkan pelatihan baik itu melalui program kartu prakerja ataupun program pelatihan lain akhirnya tidak bisa terserap ke lapangan kerja formal utama dan pada muaranya kemudian masuk ke lapangan kerja informal yang sifatnya tidak bisa memberikan kesejahteraan yang lebih baik dibandingkan lapangan kerja yang sifatnya formal," tutur Yusuf.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Kartu Prakerja sebagai salah satu program yang berhasil di pemerintahannya.

Jokowi secara khusus memuji kinerja Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai salah satu motor penggerak keberhasilan program Kartu Prakerja.

Pujian juga diberikan atas kinerja manajemen pelaksana program Kartu Prakerja yang membuahkan hasil positif.

Lantaran berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 88,9 persen penerima Kartu Prakerja meningkat keterampilannya. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT