21 June 2022, 14:17 WIB

Presiden Sebut Subsidi Energi untuk Rakyat Bisa untuk Bangun Ibu Kota


Andhika prasetyo | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo mengungkapkan, sepanjang tahun ini, pemerintah harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp502 triliun untuk kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM), LPG 3 kilogram dan listrik. Angka tersebut begitu besar bahkan menurutnya cukup untuk membiayai pembangunan satu ibu kota baru.

“Ini bukannya besar, tapi besar sekali, bisa dipakai untuk membangun satu ibu kota,” ujar Jokowi dalam Rakernas II PDI Perjuangan di Jakarta, Selasa (21/6).

Meskipun menyadari angka tersebut begitu besar, ia mengaku tidak memiliki opsi lain selain tetap melanjutkan program tersebut. Pemerintah, sambung kepala negara, tidak bisa begitu saja menghentikan subsidi meskipun saat ini harga berbagai komoditas energi mengalami lonjakan tinggi.

“Tidak mungkin ini tidak kita subsidi, akan ramai nanti. Kita tidak hanya itung-itungan ekonomi, kita juga itung-itungan sosial politiknya. Itu kita kalkulasi,” ucap mantan wali kota Solo itu.

Baca juga: Ekonom: Tekanan Pasar Obligasi Indonesia Semakin Berkurang

Ia menjalaskan, saat ini, harga BBM di Indonesia menjadi salah satu yang termurah di dunia.

Sebagaimana diketahui, pertalite dijual seharga Rp7.500 per liter dan pertamax ditetapkan Rp12.500 per liter. Sementara, harga BBM di Thailand yang sudah mencapai Rp20 ribu per liter. Bahkan, di Singapura nilainya sudah menyentuh Rp31 ribu per liter.

Rendahnya harga BBM di Indonesia bisa terjadi akrena pemerintah masih terus menggelontorkan subsidi. Dengan begitu, masyarakat bisa menikmati komoditas tersebut dengan harga yang terjangkau.

“Ini bukan harga sebenarnya. Ini adalah harga yang kita subsidi dan subsidinya besar sekali. Ini yang rakyat harus juga diberitahu bahwa ada kondisi global yang sangat berat,” paparnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT