19 June 2022, 20:40 WIB

Indonesia Punya Peluang Jadi Pemain Utama Industri Kendaraan Listrik Dunia 


Mediaindonesia.com |

INDONESIA punya peluang menjadi pemian utama industri kendaraan listrik dunia. Kendaraan listrik sendiri menjadi solusi dari gncangan pasokan energi akibat sejumlah krisis yang terjadi saat ini.

"Kondisi tersebut membutuhkan solusi yang value creation in the box maupun out of the box," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam acara Bedah Buku "Towards the Age of Electric Vehicles" karya Cyrillus Harinowo dan Ika Maya Sari Khaidir yang diselenggarakan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA).

Budi mengapresiasi Harinowo dan Ika Maya Sari yang telah berhasil menerbitkan buku yang sangat inspiratif. Baik bagi regulator, industri, maupun akademisi.

Buku tersebut membicarakan peluang besar Indonesia dalam rantai pasok industri mobil listrik sebagai produsen bahan baku baterai yang berbasiskan nikel, kobalt, mangan dan aluminium. 

Buku yang terbit pada 2021 itu juga membahas tren pasar terkini tentang perkembangan mobil listrik di negara maju maupun berkembang. Selain itu buku ini menganalisis perkembangan industri EV dan menekankan peranan inisiatif teknologi dari berbagai negara.

Budi menjelaskan, sesuai dengan kesepakatan dunia, mulai dari protokol Montreal, Rio Summit, Kyoto, Paris, dan Glassgow, dunia membutuhkan transisi energi bersih. Hal ini seperti peralihan ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan, seperti bersepeda, transportasi publik dan kendaraan berbasis energi baru terbarukan seperti kendaraan listrik berbasis baterai. 

"Elektro mobilitas dapat membuat transportasi lebih bersih dan lebih murah," ujar Budi Karya.

Mengutip International Energy Agency (IEA) dalam laporannya tahun 2022, Budi Karya mengungkapkan, prospek mobil listrik dari tahun ke tahun mengalami kemajuan. Pada 2021, jelas Budi, pangsa pasar mobil listrik global tercatat sebesar 8,57%.

"Angka tersebut naik sekitar dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang sebesar 4,11%," ujarnya.

Selain itu, jelas Budi, penjualan mobil listrik juga meningkat hingga mencapai 6,7 juta unit pada 2021. Angka ini tumbuh 116,13% dibanding penjualan tahun 2020 yang hanya berjumlah 3,1 juta unit. Begitu pula pada pengembangan pengisi daya  untuk kendaraan listrik juga mengalami peningkatan menjadi 1,3 juta pada tahun 2020.

"Kita patut mencontoh Norwegia, salah satu negara penghasil minyak bumi yang memiliki kesadaran lingkungan. Seperti yang tertulis dalam Norwegia Road Federation (2022), Populasi mobil listrik di Norwegia bisa terbilang cukup banyak, total dominasi mobil listrik di sana adalah 83,7% dari total keseluruhan mobil yang terdaftar," paparnya.

Baca juga : Semen Baturaja Siap Dukung Program P3DN

Budi mengatakan, pemerintah terus berupaya dalam meningkatkan Elektomobilitas di Indonesia, salah satunya melalui Perpres Nomor 55 Tahun 2019. Perpres tersebut berisi tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. 

Hal itu, kata Budi, menjadi penanda komitmen pemerintah dalam mendorong pengembangan industri mobil listrik di dalam negeri.  

Untuk mendukung net zero emission di sektor transportasi darat, lanjut Budi, Kementerian Perhubungan melakukan kebijakan ASI (Avoid, Shift, Improve). Pemerintah juga mengembangkan penggunaan kereta listrik, bis listrik, innaportnet, electric vehicle (EV), green airport AP 1, serta green port Teluk Lamong.

"Disamping itu, Pemerintah juga bekerjasama dengan INKA untuk pengembangan bus listrik serta kerjasama dengan Kementerian ESDM dalam pelaksanaan konversi   motor konvensional menjadi motor listrik," ujarnya.

Budi menandaskan, tren mobilitas global menunjukkan pergeseran secara perlahan   dari kendaraan konvensional menuju elektrifikasi. Menurut Budi, Indonesia memiliki potensi dalam memproduksi kendaraan listrik.  

"Salah satu kunci agar Indonesia dapat bersaing di persaingan industri kendaraan listrik global adalah dengan menciptakan ekosistem yang baik bagi pengembangan kendaraan listrik," ujarnya.

Budi menjelaskan, Indonesia merupakan penghasil Nikel terbesar di dunia. Nikel merupakan komponen penting  untuk baterai kendaraan listrik.

"Kita harus memanfaatkan momen ini dengan baik, kita harus bisa menjemput peluang bisnis  dan menjadikan Indonesia  basis produksi baterai kendaraan listrik," imbuhnya.

Untuk mencapai transportasi yang efisien, berkelanjutan dan ramah lingkungan, kata Budi, maka inovasi harus terus diperkuat. Ke depan pihaknya berharap dapat bersama-sama dan saling mendukung dengan kolaborasi dan sinergi PentaHelix  antara universitas, pemerintah, swasta, masyarakat komunitas, dan media  Yaitu dengan UGM didukung para alumninya menjadi pelopor perguruan tinggi untuk berinovasi.

"Pemerintah menyiapkan kemudahan regulasinya, swasta mendukung, masyarakat menggunakannya, dan disosialisasikan dengan baik oleh media, sebagai Langkah kongkrit guna mendorong produksi industri kendaraan listrik Indonesia," pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT