17 June 2022, 18:01 WIB

Bos Garuda Optimistis 60% Kreditur Setujui Proposal Damai Utang


Insi Nantika Jelita |

DIREKTUR Utama (Dirut) Garuda Indonesia Irfan Setiaputra optimistis banyak kreditur yang setuju dengan proposal damai yang diajukan pihaknya.

Tahapan pemungutan suara atau voting dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT Garuda Indonesia tengah berlangsung sampai berita ini ditayangkan, Jumat (17/6).

"Kemarin saya katakan 50% tingkat optimisme saya. Sekarang udah 60%," kata Irfan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Jumat (17/6).

Sebanyak 501 entitas atau kreditur terverifikasi dalam proses PKPU. Meski begitu, ada kreditur lain yang teridentifikasi namun tidak terverifikasi oleh Tim Pengurus PKPU.

Irfan mengapresiasi para kreditur yang hadir dalam proses voting PKPU Garuda. Tahapan voting sendiri dilakukan secara offline dan online.

"Saya pikir semua yang datang ke sini punya pilihan dan kami menghargai sekali mereka mau ngantre (masuk ke ruang sidang). Ini menunjukkan bahwa semua kreditur kita yabg datang mencoba mencari solusi," jelas Irfan.

Baca juga: BPKP Harap Hasil PKPU Garuda tidak Berujung Pailit

Dukungan proposal damai utang Garuda, juga diklaim Dirut Garuda, didapat dari para lessor atau penyewa pesawat.

Per November 2021, maskapai nasional itu memiliki utang ke lessor atau penyewa pesawat sebesar US$6,3 miliar atau sekitar Rp89,8 triliun.

"Kemarin sih rasanya mayoritas (lessor) oke, tapi kita lihat hari ini. Saya enggak mau mendahului," pungkas Irfan.

Bagi kreditur yang tidak mengikuti tahapan PKPU, maka wajib mengikuti hasil PKPU setelah 30 hari diumumkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Proses voting diadakan sebelum sidang pengumuman hasil PKPU pada (20/6). Selain 50+1 headcount, Garuda juga membutuhkan 67 persen klaim dari kreditur non-preferen yang memiliki hak voting. (A-2)

BERITA TERKAIT