16 June 2022, 22:58 WIB

Lebih Banyak Kekayaan Miliuner Ukraina yang Hengkang Ketimbang Rusia


Mediaindonesia.com |

LEBIH dari 15.000 miliuner diperkirakan meninggalkan Rusia tahun ini. Warga kaya itu meninggalkan rezim Vladmir Putin setelah invasi ke Ukraina.

Sekitar 15% orang Rusia dengan aset siap pakai lebih dari US$1 juta (£820.000) diperkirakan beremigrasi ke negara lain pada akhir 2022, menurut data migrasi oleh Henley & Partners, perusahaan berbasis di London yang bertindak sebagai perantara negara superkaya dan negara yang menjual kewarganegaraan mereka.

“Rusia (ialah) miliuner berdarah," kata Andrew Amoils, kepala penelitian di New World Wealth, yang mengumpulkan data untuk Henley sebagaimana dilansir The Guardian, Senin (13/6). "Orang-orang kaya telah beremigrasi dari Rusia dalam jumlah yang terus meningkat setiap tahun selama dekade terakhir. Ini tanda peringatan dini dari masalah yang dihadapi negara saat ini. Secara historis, keruntuhan negara besar biasanya didahului oleh percepatan emigrasi orang-orang kaya yang sering kali menjadi orang pertama yang pergi karena mereka memiliki sarana untuk melakukannya."

Ukraina diproyeksikan menderita kerugian terbesar dari individu dengan kekayaan bersih tinggi (high net worth individual/HNWI) sebagai proporsi dari populasinya. Sekitar 2.800 miliuner (atau 42% dari semua HNWI di Ukraina) diperkirakan meninggalkan negara itu pada akhir tahun ini.

Orang kaya dunia secara tradisional pindah ke AS dan Inggris, tetapi Henley mengatakan Uni Emirat Arab diperkirakan menyusul mereka sebagai tujuan nomor satu bagi emigran miliuner. "Inggris telah kehilangan mahkota pusat kekayaannya dan AS memudar dengan cepat sebagai magnet bagi orang kaya di dunia. UEA diperkirakan akan menyusulnya dengan menarik arus masuk miliuner terbesar secara global pada 2022," kata Henley dalam laporannya yang didasarkan pada secara sistematis melacak tren migrasi kekayaan swasta internasional.

Sekitar 4.000 HNWI diperkirakan pindah ke UEA pada akhir tahun ini. Ia disusul Australia yang diperkirakan menarik sekitar 3.500, Singapura (2.800), dan Israel (2.500). Sejumlah besar miliuner juga diharapkan untuk pindah ke tiga M yaitu Malta, Mauritius, dan Monako.

"Malta telah menjadi salah satu kisah sukses besar Eropa dalam dekade terakhir, tidak hanya dalam hal migrasi miliuner tetapi juga dalam hal pertumbuhan kekayaan secara keseluruhan," kata Amoils. Saat ini merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia dengan pertumbuhan kekayaan dolar AS sebesar 87% antara 2011 dan 2021. Kewarganegaraannya melalui proses naturalisasi telah membawa kekayaan baru yang substansial ke negara kepulauan itu dan telah dikreditkan dengan mendorong pertumbuhan kuat Malta di beberapa sektor termasuk jasa keuangan, TI, dan realestat. Sekitar 300 jutawan diperkirakan akan pindah ke Malta pada 2022.

The Guardian melaporkan tahun lalu bahwa banyak orang kaya yang membeli paspor emas ke Malta (dan dengan demikian UE). Padahal mereka sering berencana menghabiskan sedikit waktu di negara itu. Pada saat itu, Henley mengatakan bangga dengan layanan yang telah diberikannya kepada Malta dan rakyatnya.

Negara kepulauan di Samudra Hindia, Mauritius, digambarkan oleh Henley sebagai magnet kekayaan karena penciptaan pusat keuangan internasional yang menawarkan keringanan pajak yang signifikan. Negara ini tidak memiliki pajak capital gain, tidak ada pajak warisan, dan tarif pajak maksimum 3% dari perusahaan global.

Menurut Laporan Kekayaan Afrika 2022, Mauritius sekarang menjadi rumah bagi 4.800 HNWI dibandingkan dengan 2.700 pada satu dekade lalu. Sekitar 150 jutawan diperkirakan akan pindah ke Mauritius pada 2022, terutama dari Afrika Selatan dan Eropa.

Monako telah lama menarik orang superkaya di dunia karena tidak mengenakan pajak penghasilan, pajak capital gain, atau pajak properti. Kurang dari tujuh dalam 10 orang yang tinggal di Monako ialah jutawan dolar AS.

Populasi HNWI Inggris diperkirakan menurun sebanyak 1.500, menjadikan jumlah orang dengan aset siap pakai lebih dari US$1 juta menjadi 738.000. Saat ini ada lebih dari 15 juta HNWI di dunia. (OL-14)

BERITA TERKAIT