14 June 2022, 15:37 WIB

Andalin Trade Upaya Bantu Pemulihan Ekonomi Indonesia


mediaindonesia.com |

ANDALIN resmi meluncurkan platform perdagangan digital lintas-negara bernama Andalin Trade. Ini menjadi wadah yang menghubungkan pabrik, distributor, supplier dan pembeli di lingkup Asia Tenggara.

Dalam tahap pengembangan awal, Andalin Trade akan bekerja sama dengan negara Singapura, Vietnam dan Thailand yang merupakan tiga kekuatan ekonomi terbesar di ASEAN di luar Indonesia.

CEO Andalin, Rifki Pratomo mengatakan, langkah ini upaya membantu pemulihan ekonomi, sesuai dengan semangat G20 - Recover Together, Recover Stronger.

Penandatanganan kerjasama, kata dia, dilaksanakan dalam rangkaian acara G20, yakni di acara Indonesia-Singapore Business Forum.

Dalam acara itu, Andalin diwakili oleh CEO Rifki Pratomo, yang ditemani oleh Dr. T. Chandroo selaku Chairman dari Singapore Indian Chamber of Commerce & Industry, Huynh Dinh Thai Linh selaku Executive Director World Trade Center Binh Duong New City - Becamex IDC Vietnam, dan Monsinee Supina, Managing Director N&A Logistics Company Limited Thailand.

Turut hadir dalam acara ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank BI Perry Warjiyo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto, serta perwakilan pemerintah Indonesia lainnya.

"Peluncuran Andalin Trade menandai upaya perusahaan untuk mengembangkan layanan bisnis yang ditawarkan. Sehingga saat ini Andalin dapat menjadi International Trade SuperHub," ujar Rifki Pratomo dalam siaran pers, Selasa (14/6).

Menurutnya, pada awalnya, Andalin berfokus sebagai perusahaan freight forwarder yang memfasilitasi pengiriman ekspor-impor dengan rute pengiriman ke 200 lebih kota di dunia.

Seiring berjalannya waktu dan melihat kebutuhan yang ada di industri, Andalin pun mengembangkan sayap untuk menjadi platform perdagangan internasional serbabisa, dengan misi untuk mendigitalisasi dan mempermudah proses perdagangan internasional, pengiriman kargo, asuransi ekspor-impor, dan sebagainya.

“Selama ini, pelaku perdagangan internasional kesulitan untuk mencari produk yang dapat diperjual-belikan secara lintas-negara. Dengan adanya platform Andalin Trade, kini mereka dapat saling terhubung dan bernegosiasi langsung dalam platform yang aman, transparan, dan efisien," jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, keunggulan Andalin Trade adalah memiliki sistem seleksi dan verifikasi yang ketat. Sehingga semua pihak yang tergabung dalam platform sudah memiliki kredibilitas dalam transaksi ekspor-impor.

"Andalin Trade bukan hanya memfasilitasi perdagangan internasional, tapi juga sudah terintegrasi dengan layanan pendukung dari Andalin dalam satu platform seperti shipping, asuransi, pengurusan bea cukai, dan lainnya,” ungkap Rifki Pratomo.

Dijelaskannya, untuk dapat bergabung sebagai pengguna, perusahaan bisa mendaftarkan diri di website trade.andalin.com. Setelah itu, akun akan diverifikasi untuk memastikan legalitas serta rekam jejak perusahaan.

"Jika lolos, pengguna bisa langsung mengajukan Request for Quotation (RFQ) ataupun bidding dalam platform Andalin Trade. Andalin juga menyediakan fitur chat agar kedua belah pihak dapat melakukan negosiasi hingga tercapai kesepakatan," urai Rifki Pratomo.

Setelah itu, lanjutnya, pengguna Andalin Trade dapat menyelesaikan pembayaran secara online dengan metode yang aman, seperti Letter of Credit (L/C), Telegraphic Transfer (TT), ataupun rekening bersama.

"Tanpa perlu berpindah platform, pengguna juga bisa memanfaatkan layanan pengiriman lintas-negara Andalin, ataupun pengurusan bea cukai, asuransi, hingga pendanaan. Baik supplier maupun buyer akan menikmati kemudahan keseluruhan proses digital yang lebih efisien berkat one-stop platform Andalin Trade," ungkap Rifki Pratomo.

Rencananya, selain Singapura, Thailand, dan Vietnam, Andalin akan terus melakukan ekspansi regional lebih luas di lingkup Asia Tenggara. Pasalnya, kombinasi total nilai GDP negara-negara ASEAN mencapai US$3.08 Triliun di tahun 2020, yang menempatkan ASEAN sebagai kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia.

"Ketika sektor perdagangan internasional di wilayah ini telah terdigitalisasi, kami percaya Andalin dapat berkontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di ASEAN,” tambah Rifki.

Pada tahun 2021 lalu, Andalin telah mencatatkan pertumbuhan pendapatan bulanan yang pesat, yakni sebesar 690%. (OL-13)

Baca Juga: Bank bjb Raih Top 50 Emiten di 13th IICD Governance Award

BERITA TERKAIT