09 June 2022, 17:11 WIB

Gapgindo Dukung Pencapaian Swasembada Gula 2024


M. Ilham Ramadhan Avisena |

LIMA pabrik gula baru yang tergabung dalam Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo) optimistis kebutuhan gula dalam negeri bakal terpenuhi. Selain itu, kelima produsen juga akan mendukung upaya pencapaian swasembada gula pada 2024.

Demikian disampaikan Koordinator Musyawarah Nasional I Gapgindo Syukur Iwantoro di Jakarta, Kamis (9/6). Optimisme itu berangkat dari penggunaan mesin-mesin baru dan modern oleh Gapgindo.

"Mesin-mesin kami sangat modern dan inovatif. Saat ini pun kalau disuruh memproduksi gula dengan Icumsi yang sesuai dengan industri kami siap," tuturnya.

Gapgindo merupakan gabungan lima produsen gula yang baru dideklarasikan pada Kamis, (9/6). Lima produsen tersebut yakni PT Rejoso Manis Indo di Kabupaten Blitar dan PT Kebun Tebu Mas di Lamongan, Jawa Timur.

Lalu, PT Pratama Nusantara Sakti di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan; PT Muria Sumba Manis di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur; dan PT Prima Alam Gemilang di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Lima pabrik gula baru berbasis tebu tersebut, kata Syukur baru mulai beroperasi dalam kurun 2-3 tahun terakhir. Adapun total investasi yang dibenamkan kelima pabrik gula mencapai Rp20 triliun.

Kelima pabrik gula rata-rata memiliki kapasitas giling tebu terpasang antara 8.000-12.000 ton per hari selama lima bulan musim panen atau musim tebang tebu setiap tahunnya.

Diperkirakan kelima pabrik gula beroperasi maksimal sesuai kapasitas giling terpasang pada 2024. Dengan tingkat rendemen antara 8%-9%, kelima pabrik gula bisa memberikan kontribusi produksi gula kristal putih sekitar 600 ribu ton atau 20% persen dari produksi gula nasional.

Dengan tingkat rendemen antara 7%-8,5%, pada musim giling tahun 2022 ini kelima pabrik diharapkan bisa memproduksi gula sebanyak 325 ribu ton. Sejauh ini kelima pabrik menyerap tenaga kerja 40 ribu orang.

Untuk mendukung program pemerintah memenuhi kebutuhan gula nasional dari produksi domestik, Gapgindo melakukan berbagai inovasi teknologi, baik di tingkat on farm maupun off farm.

Di level on farm seperti penataan sistem irigasi, perbenihan, teknologi budidaya, dan penanganan panen tebu. Sedangkan di off farm melalui diversifikasi produk secara vertical dan proses produksi yang aman serta ramah lingkungan.

Baca juga: Program Desa Devisa, Kembangkan Gula Semut Orientasi Ekspor

Di kesempatan yang sama, Deputi Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud menyatakan, kehadiran Gapgindo menambah rasa optimistis pemerintah pada upaya swasembada gula.

"Tantangan ke depan bisa diatasi karena produksi sudah bisa penuhi 80% kebutuhan dalam negeri. Apalagi, ditambah dengan lima pabrik baru," kata dia.

Sementara itu, Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Kementerian Pertanian Ardi Praptomo menyatakan, persyaratan untuk mencapai swasembada gula konsumsi nasional ialah produksi tebu minimal 8,5 ton per hektare.

Adapun total konsumsi gula kristal putih nasional pada 2021 mencapai 3,2 juta ton. Di periode itu pula kontribusi gula kristal putih lokal baru mencapai 71,87% atau sebanyak 2,3 juta ton.

Angka tersebut lebih tinggi bila dibandingkan dengan capaian produksi 2020 yang tercatat hanya 2,13 juta ton. Tahun ini, kata Ardi, pemerintah menargetkan produksi gula Tanah Air bisa mencapai 2,5 juta ton yang diharapkan bisa terealisasi dengan adanya penambahan luas lahan. (A-2)

BERITA TERKAIT