09 June 2022, 14:36 WIB

Pemerintah Optimistis Ekonomi RI Tumbuh Sesuai Proyeksi


M. Ilham Ramadhan Avisena |

PEMERINTAH optimistis bahwa kinerja ekonomi Indonesia pada tahun tumbuh sesuai proyeksi. Hal itu turut dikonfirmasi revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dari Bank Dunia, yang tergolong tipis.

"5,2% atau 5,1% tidak jauh berbeda. Tentu kebijakan ekonomi dari pemerintah tetap sama seperti sebelumnya," ujar Deputi Bidang Koordinasi Makroekonomi dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkirs, Kamis (9/6).

Terdapat beberapa hal yang didorong pemerintah untuk memacu perekonomian nasional. Pertama, mendorong investasi melalui perbaikan iklim yang implementasinya dipercepat di seluruh wilayah.

Baca juga: Tahun Ini, BI Proyeksikan Ekonomi Global Tumbuh 3,4%

Kedua, mendorong kinerja eskpor nasional sembari memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas strategis. Ketiga, memperkuat industri hulu dan hilirisasi industri untuk mendongkrak produktivitas, serta menciptakan nilai tambah.

Lalu keempat, meningkatkan daya beli masyarakat untuk meredam dampak global melalui penambahan anggaran subsidi dan kompensasi. Berikut, melanjutkan ragam bantuan sosial yang telah berjalan.

Kelima, mengendalikan harga komoditas pangan dan energi yang terimbas kenaikan di tingkat global. "Ini dilakukan dengan mengurangi transmisi one to one, dengan harga internasional," imbuh Iskandar.

Baca juga: Kemenkeu: Perekonomian Indonesia masih Berdaya Tahan

Sebelumnya, Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 dari 5,2% menjadi 5,1%. Adapun penurunan 0,1% poin itu mengacu pada dinamika global.

Dalam laporan Global Economic Prospect yang dirilis Bank Dunia, disebutkan bahwa koreksi tersebut beriringan dengan pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi negara berkembang, dari 6,6% kemudian menjadi 3,4% pada tahun ini.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu menyebut perekonomian Indonesia masih tergolong berdaya tahan dibandingkan negara lain. Perkiraan Bank Dunia dinilai masih berada dalam target kisaran pemerintah, yakni 4,8-5,5%.(OL-11)

BERITA TERKAIT