08 June 2022, 09:37 WIB

Bertemu Bos Coca-Cola, Menperin Lobi Peningkatan Investasi Hijau


 Insi Nantika Jelita |

FORUM Ekonomi Dunia 2022 di Davos, Swiss beberapa waktu lalu menjadi pemerintah Indonesia bertemu dengan para investor dunia, termasuk dengan Chairman and CEO of The Coca-Cola Company James Quincey.

Melalui Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, mengajak Coca-Cola untuk meningkatkan dan memperluas investasi hijau di Indonesia, salah satunya melalui produk berbasis kelapa.

Hal ini karena produk berbahan baku kelapa disebut memiliki multiplier effects atau efek ganda yang tinggi, mulai dari petani kecil hingga industri menengah. Komoditas ini masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan di tanah air.

“Melalui agenda tersebut kami menyampaikan beberapa hal, seperti dukungan dan fasililitas bagi para investor global yang menanamkan modalnya di Indonesia," kata Agus dalam siaran pers, Rabu (8/6).

Baca juga: Kemenperin Gandeng JICA Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif Indonesia

Dalam pertemuan dengan perusahaan industri minuman itu, pemerintah juga membahas pengembangan industri hijau dengan konsep circular economy melalui pendekatan 5R (reduce, reuse, recycle, recovery, dan repair). Pemerintah mengatur pengembangan industri hijau dalam Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian.

“Undang-undang itu menyebutka, industri hijau dalam produksinya mengutamakan efektivitas sumber daya secara berkelanjutan, sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri," ucap Menperin.

Ia menambahkan, melalui upaya penerapan industri hijau di Tanah Air, penghematan energi pada 2021 mencapai Rp3,2 triliun, serta penghematan air sebesar Rp169 miliar.

Pencapaian ini memperkuat komitmen industri untuk memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

Sementara itu, CEO The Coca-Cola Company menyampaikan bahwa sejak 2018, perusahaan tersebut telah melakukan pengumpulan dan daur ulang kemasan produknya baik botol plastik maupun kaleng.

Menurut James, Coca-cola berkomitmen membuat seluruh kemasan dapat didaur ulang pada tahun 2025 dan menggunakan 50% bahan baku daur ulang pada botol dan kaleng di 2030.

Atas hal tersebut, CEO Coca-Cola berharap kebijakan dan regulasi di Indonesia dapat semakin mendukung kegiatan investasi Coca-Cola.

Terkait dengan pemanfaatan energi baru dan terbarukan, Coca Cola Amatil (CCA) Indonesia dilaporkan telah memasang atap panel surya pada fasilitas pabrik Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Panel surya yang terbentang seluas 72 ribu meter persegi itu diklaim merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), nomor 2 di Asia Pasifik, dan nomor 4 di dunia. (Ins/Ol-09)

BERITA TERKAIT