05 June 2022, 19:35 WIB

Minimalkan Masalah Pemasok, Pemilik Restoran Harus Bertranformasi ke Digital


Mediaindonesia.com |

DIGITALISASI sejatinya saat ini sudah menjadi keharusan, Sayangnya, belum semua pihak melakukan itu. Alur pesan bahan baku restoran antara pemasok dan pemilik restoran saat ini masih banyak yang dilakukan secara manual. Hal ini kerap menimbulkan beragam masalah, baik bagi pemasok maupun pemilik restoran. Salah satu yang kerap menjadi masalah adalah terkait pemesanan dan pencatatan bahan baku.

Dari sisi pemilik restoran, Fiona Tjokro, pernah menghadapi berbagai kendala dalam memesan bahan baku. Pemilik restoran Oh My Goat itu bercerita, salah satu masalah yang dihadapi adalah ketidaksesuaian bahan baku yang dipesan. Ketidaksesuain itu terjadi lantaran proses pemesanan masih dilakukan secara manual melalui telepon atau pesan WhatsApp.

Baca juga: Inklusi Pemuda dan Inovasi dalam Tata Kelola Digital Jadi Fokus ...

“Seperti konsistensi berat kambing dan kualitas daging, serta umur kambing tersebut. Siasat kami sejauh ini membeli harga premium sehingga bisa mendapatkan alokasi kambing yang baik,” kata Fiona dalam talkshow ‘Bedah Dapur #3: Jemput Cuan Lewat Digitalisasi Proses Pemesanan ke Supplier’ yang diselenggarakan oleh Food Market Hub pada Kamis, 2 Juni 2022.

Salah satu jalan ke luar yang bisa dilakukan adalah dengan mendigitalisasi. Diakui CEO Timurasa, Erdi Rulianto, sebagai pemasok, barang yang harus ia awasi sangat lah banyak. Pencatatan yang akurat pun menjadi salah satu hal wajib bagi pemasok. Sebab, hal tersebut turut andil dalam menjaga kapasitas, kualitas dan keberlanjutan bisnis.

“Kami berusaha menyeimbangkan hal tersebut. Jadi para petani pun mendapatkan kepastian pasar dan pasar mendapat kepastian pasokan barang. Hal ini yang membuat kami senang bisa bertemu Food Market Hub karena membantu kami untuk urusan data, riset dan pencatatan barang yang memang sedang menjadi salah satu fokus utama Timurasa,” ucap Erdi.

Acquisition Lead Food Market Hub, Rona Hartriant, mengatakan bahwa layanan Food Market Hub dapat membantu meminimalkan masalah yang dihadapi pemasok dan pemilik restoran. Melalui digitalisasi, proses pencatatan stok bahan baku dapat dilakukan dengan akurat.

“Kesalahan pencatatan bisa lebih diminimalisir karena bahan baku mudah dilacak dan dikelola. Layanan Food Market Hub dapat membantu mengurangi jam kerja manual hingga 50%, sehingga baik pemasok maupun pengusaha memiliki waktu lebih banyak untuk fokus mengembangkan bisnis,” ucap Rona.

Pun ketika pemilik restoran tersebut telah memiliki lebih dari satu outlet, ekosistem Food Market Hub membantu mendapatkan visibility penuh pada jumlah total bahan baku yang dipesan dari setiap outlet. Sehingga para pemilik restoran dapat mengumpulkan data untuk menentukan kuantitas guna menegosiasikan harga yang lebih baik dengan pemasok.

“Sedangkan untuk pemasok, setiap pesanan maupun stok bahan baku dapat terlacak secara otomatis, baik yang masuk maupun keluar,” ujar Rona. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT