02 June 2022, 21:17 WIB

Distrik Desain dan Furnitur Dikembangkan di PIK 2, Ditargetkan Jadi Destinasi Kolaborasi Kreatif


Mediaindonesia.com |

INDONESIA Design District (IDD), sebuah pusat desain dan furnitur terbesar dan terlengkap pertama di Indonesia akan segera hadir di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) Jakarta diatas lahan seluas 10 hektar dan dibangun dalam satu lantai.  

Distrik yang dikembangkan Agung Sedayu Group dan Salim Group itu diproyeksikan menjadi one-stop home & living furniture center dan menjadi showcase bagi lebih dari 200 jenama terkemuka. Peletakan batu pertama pembangunan distrik itu juga dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo

Skema desain IDD yang dirancang oleh DP Architects dari Singapura menghadirkan interpretasi segar yang berbeda dari konfigurasi premium outlet yang sudah pernah ada untuk menghadirkan pengalaman berbelanja furnitur yang unik dan secara dinamis memadukan ritel serta konsep komunal dalam satu pengembangan melalui konsep mal semi terbuka.

Direktur DP Architects dan arsitek perancang IDD, Rida Sobana menjelaskan, skema desain Indonesia Design District mengutamakan tiga hal, yaitu konektivitas, kreativitas, dan kenyamanan. Program ruang yang strategis memperkenalkan jalur pejalan kaki yang intuitif dan memungkinkan para pengguna untuk menjelajahi seluruh lokasi IDD dalam skala nyaman manusia.

"Plaza-plaza juga dilengkapi dengan integrasi ruang sosial yang memperhatikan berbagai faktor seperti alun-alun yang terbuka namun dilengkapi kanopi pelindung dan menempatkan pavilion dan kios F&B ditengah-tengah lahan," ujar Rida dalam keterangannya.

Baca juga : Dorong Industri Dalam Negeri, Berikut Fasilitas yang Diberikan Bea Cukai

Konsep itu membuat IDD menjadi sangat terhubung dengan baik dan dapat diakses dari pintu masuk kendaraan di sisi timur dan barat.

Diposisikan tepat di tengah-tengah lahan, pavilion dan kios F&B akan menawarkan peluang kepada komunitas desain untuk berbaur melalui berbagai acara. Strategi desain yang berkelanjutan seperti memperkenalkan konsep biophlia ke dalam lahan dan mengintegrasikan teknik-teknik penyejukan pasif untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan nyaman. 

“Sebagai destinasi kolaborasi kreatif, desain IDD juga mendorong hadirnya beragam fasad kreatif melalui strategi 'kanvas kosong', dimana setiap penyewa dapat mengekspresikan identitas brand dan estetika mereka yang unik,” jelas Rida.

Rida menambahkan, selama proses mendesain, DP Architects juga memperhatikan kaitan antara tujuan pembangunan IDD dengan aspirasi bangsa dan potensinya untuk mendorong kolaborasi kreatif antara pembeli, desainer, investor dan seniman. 

“Itulah mengapa IDD ini kami desain sebagai ‘ruang bermain’ bagi komunitas kreatif. Untuk mewujudkannya, kami merujuk kembali kepada pengetahuan kami yang mendalam tentang konteks dan iklim lokal serta pengalaman DP Architects yang kaya yang tercermin dalam proyek-proyek ritel multi-fungsi seperti Central Park dan Kemang Village. Karena keinginan yang kuat untuk mendesain sesuatu yang tidak konvensional, kami juga memanfaatkan database kami yang luas tentang bentuk dan ruang serta pendekatan desain antar-disiplin untuk menghadirkan IDD yang relevan dengan konteks lokal," tutup Rida. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT