31 May 2022, 16:36 WIB

Perdagangan Bebas Israel-UEA Diteken, Pertama dalam Dunia Arab


Mediaindonesia.com |

ISRAEL menandatangani kesepakatan perdagangan bebas dengan Uni Emirat Arab pada Selasa (31/5). Ini merupakan yang perdagangan bebas pertama Israel dengan negara Arab demi membangun normalisasi hubungan yang ditengahi AS pada 2020.

Duta Besar Israel untuk UEA yang kaya minyak, Amir Hayek, men-tweet, "Mabruk," atau berarti selamat. Ditampilkan pula foto pejabat Emirat dan Israel memegang dokumen pada upacara penandatanganan di Dubai.

Utusan Emirat untuk Israel, Mohamed Al Khaja, memuji sebagai pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kesepakatan tersebut, menurut pihak Israel, menghapus bea masuk hingga 96% dari semua produk yang diperdagangkan.

"Bisnis di kedua negara akan mendapat manfaat dari akses yang lebih cepat ke pasar dan tarif yang lebih rendah karena negara-negara kita bekerja sama untuk meningkatkan perdagangan, menciptakan lapangan kerja, mempromosikan keterampilan baru, dan memperdalam kerja sama," cuit Khaja. Kesepakatan normalisasi 2020 menjadi bagian dari Kesepakatan Abraham yang ditengahi AS dan diikuti hubungan diplomatik Israel dengan Bahrain dan Maroko.

Perdagangan dua arah antara Israel dan UEA tahun lalu berjumlah sekitar US$900 juta, menurut angka Israel. Presiden Dewan Bisnis UEA-Israel Dorian Barak memperkirakan bahwa perdagangan akan segera berlipat ganda antara ekonomi pembangkit tenaga listrik regional.

"Perdagangan UEA-Israel akan melebihi US$2 miliar pada 2022 dan meningkat menjadi sekitar US$5 miliar dalam lima tahun. Ini didukung oleh kolaborasi di sektor energi terbarukan, barang konsumsi, pariwisata, dan ilmu hayati," katanya dalam suatu pernyataan.

Baca juga: Cari Investasi, Lusinan Pengusaha Israel Masuk Saudi dengan Visa Khusus

"Dubai dengan cepat menjadi pusat bagi perusahaan Israel yang melihat ke Asia Selatan, Timur Tengah, dan Timur Jauh sebagai pasar untuk barang dan jasa mereka." Hampir 1.000 perusahaan Israel akan bekerja di dan melalui UEA pada akhir tahun.

Diplomasi perdagangan 

UEA ialah negara Teluk pertama yang menormalkan hubungan dengan Israel dan hanya negara Arab ketiga yang melakukannya setelah Mesir dan Yordania. Pembicaraan untuk perjanjian perdagangan bebas dimulai pada November dan berakhir setelah empat putaran negosiasi. Yang terbaru diadakan pada Maret di Mesir antara Perdana Menteri Israel Naftali Bennett dan Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, penguasa lama de facto UEA yang menjadi presiden bulan ini setelah kematian saudara tirinya yang sakit, Sheikh Khalifa.

Israel pada Maret menjadi tuan rumah pertemuan para diplomat top dari Amerika Serikat, UEA, Bahrain, dan Maroko. Sudan pada 2020 juga setuju untuk menormalkan hubungan dengan Israel, tetapi negara Afrika timur laut yang dilanda perselisihan itu belum menyelesaikan kesepakatan.

Israel telah mencapai perjanjian perdagangan bebas dengan negara dan blok lain, termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, dan Meksiko. Pada Februari, Israel menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Rabat untuk menunjuk zona industri khusus di Maroko.

Masalah Palestina 

Abraham Accords melanggar kebijakan pan-Arab lama untuk mengisolasi Israel sampai ia menarik diri dari wilayah pendudukan dan menerima status negara Palestina. Palestina mengutuk perjanjian yang dibuat di bawah presiden AS saat itu Donald Trump dan konflik terus mengobarkan ketegangan, termasuk antara Israel dan UEA.

Baca juga: Deretan Pembunuhan Ahli Nuklir dan Petinggi Militer Iran, oleh AS-Israel?

Penandatanganan pada Selasa dilakukan dua hari setelah ribuan orang Israel yang mengibarkan bendera berbaris melalui Kota Tua Jerusalem selama prosesi nasionalis yang menandai penaklukan Israel atas Jerusalem timur pada 1967. Israel mencaplok Jerusalem timur pada 1980 sebagai langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

UEA pada Senin mengutuk keras penyerbuan Israel terhadap kompleks masjid Al Aqsa Jerusalem, salah satu situs paling suci Islam. UEA menegaskan kembali, "Posisinya tentang perlunya memberikan perlindungan penuh bagi Masjid Al Aqsa dan menghentikan pelanggaran serius dan provokatif yang terjadi di sana," lapor kantor berita resmi WAM. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT