26 May 2022, 11:07 WIB

Inovasi dan Digitalisasi Jadi Strategi Pengembangan Phapros di 2022


mediaindonesia.com |

ANAK perusahaan BUMN Farmasi nasional PT Phapros (PEHA) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2021.

Pada kesempatan sama, diadakan pula public expose perseroan dengan mengundang para pemegang saham, calon investor, dan media untuk menyampaikan pencapaian-pencapaian perusahaan selama tahun 2021 serta kuartal pertama 2022.

Acara tahunan tersebut juga berisi paparan dari direksi mengenai strategi-strategi perusahaan ke depan dengan menyikapi kondisi makro ekonomi nasional serta global yang berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja korporasi.

Menurut Direktur Utama PT Phapros Tbk, Hadi Kardoko, selama tahun 2021 yang lalu perusahaan berhasil membukukan kinerja finansial dan non finansial yang cukup baik. Perseroan berhasil meningkatkan penjualan bersih sebesar 7.23% pada 2021 dibanding 2020.

“Meski aset perseroan terdapat penurunan 4% dibandingkan tahun 2020, namun perusahaan juga berhasil meningkatkan rasio kas tahun 2021 sebesar 122% dibanding tahun sebelumnya," tuturnya di Jakarta, Rabu (25/5).

"Ini mengindikasikan bahwa perseroan bertumbuh secara sehat dan memiliki kemampuan cukup baik untuk membayar kewajibannya,”kata Hadi.

Baca juga: Angkasa Pura I Layani 3,4 Juta Penumpang Sepanjang April 2022

PEHA, juga memiliki kinerja non-finansial yang diakui pihak lain sebagai wujud kerja keras seluruh pihak di perusahaan, yaitu berupa sembilan penghargaan dan enam sertifikasi, termasuk juga alokasi tanggung jawab sosial yang meningkat 40% dibanding 2020 tambahnya.

“Tahun lalu kami juga telah meluncurkan lebih dari 10 produk baru pada kategori terapi untuk cardiovascular, ortopedi, suplemen kesehatan, gastrointestinal, neurotropic, oral corticosteroid.," kata Hadi.

"Dengan semakin banyaknya kebutuhan masyarakat dan tenaga medis terhadap produk obat berkualitas, maka Phapros juga ikut berkontribusi dengan merilis produk terbaru berbasis riset dan penelitian,” terangnya.

Menurut Hadi, tahun ini kondisi makro ekonomi Indonesia serta sektor farmasi lebih baik dibanding tahun sebelumnya saat masih menghadapi pandemi.

Pertumbuhan pasar farmasi 2022 diprediksi mencapai 10,2%, lebih tinggi dibanding 2021 yang hanya 9.4%. Dan pada 2023, diperkirakan sektor ini akan tumbuh mencapai 11,2%. 

“Tahun ini perusahaan akan berfocus pada strategi  bertumbuh dan inovasi, khususnya pada pada penataan portofolio perusahaan, optimalisasi anak perusahaan serta penataan operasional pemasaran," jelas Hadi.

"Selain itu juga kami akan melakukan efisiensi produksi, penataan riset dan pengembangan produk, pengembangan bisnis, dan penguatan finansial perusahaan,” ungkapnya.

Transformasi digital juga menjadi bagian dari grand strategy perusahaan pada 2022 ini, termasuk transformasi operasional dengan melakukan digitalisasi pada rantai pasokan dan proses produksi, serta mengoptimalkan penjualan melalui e-commerce.

Tahun ini perusahaan juga melakukan Perubahan Pengurus perseroan. Berdasarkan hasil RUPS pada hari ini, telah diputuskan adanya penggantian pada posisi Komisaris Independen. 

Struktur Dewan Komisaris Perseroan menjadi:Komisaris Utama: Bpk Maxi Rein Rondonuwu, Komisaris: Masrizal Achmad Syarief, Komisaris Independen: Chrisma Aryani Albandjar, dan Komisaris Independen: Bimo Wijayanto

Sedangkan untuk susunan direksi, terdapat perubahan pada posisi Direktur Pemasaran dan Direktur Produksi Perseroan.

Struktur Direksi perseroan menjadi: Direktur Utama: Hadi Kardoko, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM: David Sidjabat, Direktur Pemasaran: Imelda Alini Pohan, dan  Direktur Produksi: Ida Rahmi Kurniasih. (RO/OL-09)

 

 

 

 

 

BERITA TERKAIT