26 May 2022, 10:56 WIB

Wamenparekraf: NFT Jadi Peluang Besar Pengembangan Ekraf


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesudibjo menyampaikan bahwa perkembangan Non-Fungible Token (NFT) menjadi potensi yang besar bagi pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia.

Ini disampaikan saat berkunjung ke Superlative Secret Society (Superlative SS) di Bali, yang merupakan galeri NFT pertama di Indonesia, Rabu (25/5).

NFT sendiri adalah aset digital yang bisa digunakan sebagai bukti kepemilikan barang yang dapat dibeli dengan mata uang kripto.

"Ini sebuah peluang yang harus diperhatikan, walau masih banyak risiko dan hal yang harus diperhatikan," ujar Angela dalam keterangan pers yang dikutip, Kamis (26/5).

Wamenparekraf menjelaskan bahwa NFT tidak bisa diduplikasi karena terdapat jejak aset digital yang melekat. Sehingga, para pelaku ekonomi kreatif dapat terhindar dari potensi pembajakan.

Hal tersebut dianggap sebagai keuntungan bagi pelaku ekraf, seperti seniman karena diyakini tidak ada masalah dari segi copyright atau hak Cipta dengan sistemnya yang sudah dicatat secara digital.

"Jadi, ke depan produk pelaku ekonomi kreatif ini akan lebih rapi karena terdokumentasi, dan ada record dari NFT," tegasnya.

Wamenparekraf pun mengapresiasi Superlative SS yang telah hadir untuk mengedukasi masyarakat melalui galeri NFT. Ia berharap Kemenparekraf bisa berkolaborasi dengan Superlative SS untuk mengembangkan ekonomi kreatif.

Sementara itu, Manajer Galeri Superlative SS Angjelia Dewi menyampaikan, galeri NFT ini dapat dikunjungi oleh wisatawan secara gratis. Dengan upaya itu, diharapkan agar edukasi mengenai NFT di Pulau Dewata terus terjaga.

"Ini semuanya free (gratis) dan itu diharapkan supaya edukasi NFT itu terus terjaga. Maka dari itu, kita kasih free" kata dia. (OL-12)

BERITA TERKAIT