24 May 2022, 19:28 WIB

Pemerintah Raup Rp20 Triliun dari Lelang Tujuh Surat Utang


M. Ilham ramadhan Avisena |

PEMERINTAH meraup uang sebesar Rp20 triliun dari hasil lelang tujuh Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (24/5). Nilai itu diambil dari total penawaran yang masuk senilai Rp39,41 triliun. 

Adapun tujuh SUN yang dilelang tersebut merupakan SPN03220825 (new issuance), SPN12230526 (new issuance), FR0090 (reopening), FR0091 (reopening), FR0093 (reopening), FR0092 (reopening) dan FR0089 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia. 

"Demand investor pada lelang kali ini terlihat sangat solid tercermin dari bids yang masuk sebesar Rp39,42 triliun atau meningkat 50% dibanding lelang sebelumnya," ujar Direktur SUN Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan Deni Ridwan melalui keterangannya.

Selain itu, lanjutnya, bids to cover ratio pada lelang kali ini sebesar 1,97 kali. Hal ini dipengaruhi relatif stabilnya kondisi pasar global dan didukung positifnya kondisi perekonomian domestik yang ditunjukkan antara lain neraca perdagangan mencatatkan surplus tertinggi sepanjang sejarah pada bulan April sebesar US$7,56 miliar, current account tercatat surplus US$0,22 miliar dan cadangan devisa pada akhir Maret mencapai US$139,1 miliar atau setara pembiayaan 7 bulan impor.

Preferensi investor untuk obligasi negara pada lelang hari ini yaitu masih pada dua seri benchmark dengan tenor 5 dan 10 tahun yang mencapai 52,16% dari total incoming bids dan 65,0% dari total awarded bids. Selain itu incoming bids terbesar masih pada tenor 10 tahun yaitu sebesar Rp12,57 triliun.

Baca juga : Bahlil: Pemerintah Akan Terbitkan aturan Larangan Ekspor EBT

Sementara itu, partisipasi investor asing meningkat Rp4,25 triliun dibanding lelang sebelumnya, mayoritas pada tenor 10 dan 15 tahun, dengan total penawaran masuk mencapai Rp5,58 triliun atau 14,15% dari total incoming bids, dan dimenangkan sebesar Rp4,08 triliun atau 73,06% dari total incoming bids investor asing.

"Secara umum, level WAY lelang SUN hari ini untuk seri Obligasi Negara turun sebesar 11 s.d. 37 bps dibandingkan lelang sebelumnya. Hal tersebut sesuai dengan kondisi pasar dan tren penurunan tingkat imbal hasil di pasar domestik beberapa hari terakhir," kata Deni. 

Dengan mempertimbangkan yield SBN yang wajar di pasar sekunder dan rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2022, maka pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp20,0 triliun. Sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2022, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2022. 

"Pemerintah optimis kondisi pasar ke depan akan lebih kondusif dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pembiayaan APBN melalui penerbitan SBN," pungkas Deni. (OL-7)

BERITA TERKAIT