24 May 2022, 09:24 WIB

Incar 3,6 Juta Wisman, Sandiaga Minta Penambahan Jumlah Penerbangan


Insi Nantika Jelita |

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berkoordinasi dengan Kemenhub mendorong maskapai asing menambah jumlah penerbangan internasional ke Indonesia.

Hal ini seiring dilonggarakannya syarat dan ketentuan bagi pelaku perjalanan luar negeri. Menparekraf pun menargetkan 3,6 juta wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Tanah Air di 2022.

"Kami akan terus kolaborasi dengan maskapai untuk menambah kuantitas dan jadwal penerbangan," kata Sandiaga dalam keterangan resmi, Selasa (24/5).

Maskapai-maskapai internasional yang diprioritaskan untuk menambah jumlah penerbangannya ini, kata Sandiaga, berasal dari lima negara yang banyak menyumbang kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali. Negara itu adalah Amerika Serikat, Australia, Inggris, Prancis, dan Singapura.

Sandiaga menambahkan penambahan jumlah penerbangan ini juga bertujuan untuk menekan harga tiket penerbangan agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

Ia berujar pemerintah tengah berbicara denhan sejumlah maskapai untuk meningkatkan jumlah penerbangan di tengah terbatasnya jumlah flight dan kursi penumpang yang juga terbatas.

"Dengan penambahan penerbangan harga tiketnya akan jauh lebih terjangkau dan nanti juga akan ada promo-promo," kata Sandiaga.

"Kita terus tingkatkan daya saing pariwisata dengan negara kompetitor dan target 3,6 juta wisman bisa tercapai," sambungnya.

Meski demikian, Menparekraf mengungkapkan, kebijakan tes konfirmasi dan karantina di Indonesia tetap ada. Karena, Indonesia belum sepenuhnya beralih status dari pandemi menjadi endemi.

"Dengan catatan, tes ulang dilakukan kepada pelaku perjalanan yang ditemukan menunjukkan gejala mirip covid-19 atau suhu di atas 37,5 derajat celcius. Jadi jangan kita jumawa, kita tetap ada protokol-protokol yang harus kita patuhi," ucapnya.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Nia Niscaya menambahkan, selain berkoordinasi dengan Kemenhub, pihaknya juga berkoordinasi dengan sejumlah asosiasi penerbangan untuk mendorong penambahan jumlah penerbangan ini.

"Paling tidak jumlah penerbangan bisa kembali seperti sebelum masa pandemi karena maskapai penerbangan belum sepenuhnya pulih," pungkasnya. (OL-12)

BERITA TERKAIT