23 May 2022, 23:27 WIB

Penelitian Berbasis Bioteknologi Ikut Topang Pertumbuhan BISI International


Mediaindonesia.com |

PERUSAHAAN n produsen benih jagung hibrida, padi dan beberapa produk pertanian, PT BISI International sukses mencatatkan laba Rp380,9 Miliar pada 2021 atau naik 38% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp275,6 miliar.

Salah satu penopang utama pertumbuhan anak usaha Charoen Pokhand Group itu ialah adanya penelitian bioteknologi untuk mendorong pengembangan produk baru yang dapat digunakan oleh petani, sehingga menghasilkan komoditas pangan berkualitas.

Direktur Utama BISI International Agus Saputra Wijaya mengatakan, penelitian berbasis bioteknologi itu dilakukan di laboratorium penelitian yang tersebar diseluruh Indonesia, dengan total seluas 175 hektar. Keuntungan dari dilakukannya penelitian Bioteknologi adalah mampu meningkatkan kapasitas produksi dalam waktu yang lebih cepat. 

"Lembaga Pengembangan Penelitian dan Laboratorium Bioteknologi ini didukung oleh Peternak dan Peneliti, yang merupakan terdiri dari 104 orang (8 lulusan doctor dan 15 lulusan  sarjana) dan bekerjasama dengan peneliti skala global," katanya dalam Rapat Umum Pemegang Saham, Senin (23/5).

Lewat penelitian itu, lanjut Agus, BISI International berupaya mewujudkan visi menyediakan pangan bagi dunia yang berkembang dan misi memberikan produk, teknologi, dan dukungan yang inovatif untuk membantu petani meningkatkan produktivitas di tengah meningkatkan permintaan pangan dunia. 

Baca juga : Charoen Pokhand Bagikan Dividen Rp1,77 Triliun, Setara Rp108 Per Lembar Saham

Agus mengungkapkan, pandemi Covid-19 memberikan tantangan bagi industri pertanian, diantaranya kenaikan harga bahan baku pestisida, khususnya herbisida dan menurunnya minat petani menanam sayuran dan buah-buahan akibat fluktuasi harga. Namun, situasi saat ini dinilai Agus sudah membaik. 

"BISI akan tetap focus dan memperkuat beberapa hal yang telah menunjukkan kemajuan dan hasil yang baik, seperti pengembangan jalur distribusi, inovasi berkelanjutan pada varietas tahan virus dan tanaman bernilai tinggi, meningkatkan kemitraan dengan petani, khususnya dengan “Corn Partnership Program”, dan tetap fokus pada efisiensi biaya dan kehati-hatian dalam menjaga arus kas keuangan perusahaan.

Agus memproyeksikan pada 2022 pemulihan ekonomi akan memberikan dampak positif pada industri pertanian, khususnya dari sisi kontrol harga dan pembatasan impor. Di sisi lain, kurs mata uang asing juga diharapkan stabil agar kenaikan harga bahan baku bisa tertangani dan kembali normal.

BISI juga bersiap mengembangkan beberapa varian benih jagung dan bibit yang tahan virus seperti cabai, tomat, dan melon,

BISI juga akan melanjutkan Investasi di jalur distribusi baru dan meningkatkan penjualan sales canvass. Di sisi lain, juga mempercepat penyebaran produk baru dan fokus pada kemitraan dengan petani jagung. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT