23 May 2022, 15:23 WIB

Harga Rumah Subsidi Bakal Naik 7%, REI: Dampak Inflasi


Gana Buana |

Harga rumah subsidi diprediksi bakal naik hingga 7% pada Juni 2022. Rencana kenaikan harga masih menunggu terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida belum bisa memastikan apakah kenaikan harga rumah subsidi dimulai pada Juni 2022 atau mundur. 

Namun, pihaknya meyakini bahwa kenaikan harga rumah subsidi tidak akan berdampak pada penjualan hingga akhir tahun. “Saya optimistis penaikan harga rumah subsidi tidak berdampak ke penjualan akhir tahun. Kita selalu cari terobosan sebagai pengusaha,” ungkap Totok pekan lalu.

Baca juga: Agung Podomoro Land Catat Laba Rp41,2 Miliar di Kuartal I 2022

Totok menjelaskan rencana penaikan harga rumah subsidi dilatarbelakangi beberapa faktor. Salah satunya, inflasi yang kini mencapai 3%. Tekanan inflasi membuat pengembang memperhitungkan lagi harga jual, karena adanya faktor risiko.

Selain itu, ada faktor kenaikan harga material bangunan. Misalnya, besi yang kini sudah naik hingga 100%. “Pengembang sebenarnya sudah berupaya menekan harga jual di tengah kenaikan harga material bangunan. Dengan adanya inflasi, tentu penaikan harga jual tidak bisa terbendung lagi," paparnya. 

Baca juga: Bisnis Properti sudah Kembali Meningkat

"Akibat perang dan terhambatnya logistik, harga bahan material bangunan semakin naik. Material besi misalnya, naik dari Rp6.500 sekarang sudah Rp14.000. Selain itu harga semen juga naik," imbuh Totok.

REI awalnya mengusulkan kepada pemerintah untuk menaikkan harga rumah subsidi sebesar 10-15%. Namun, yang disepakati oleh Kementerian PUPR sebesar 7%. Selain rumah subsidi, kenaikan harga juga akan terjadi pada segmen rumah non-subsidi. Akan tetapi, besaran kenaikannya tergantung kondisi pasar.(OL-11)

BERITA TERKAIT