23 May 2022, 14:19 WIB

Dorong Pengembangan Digitalisasi UMKM hingga ke Indonesia Timur


mediaindonesia.com |

SAMPOERNA Retail Community (SRC) telah memperkenalkan aplikasi AYO SRC ke Indonesia Timur, salah satunya Pulau Papua, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui digitalisasi bagi UMKM. AYO SRC merupakan ekosistem digital yang menghubungkan produsen, toko grosir, peritel, serta konsumen. Aplikasi ini juga menyediakan beragam layanan lainnya untuk mendukung kegiatan usaha di sektor ritel.

"Kami secara resmi memperkenalkan aplikasi AYO SRC di Tanah Papua. Kami percaya bahwa ekosistem AYO SRC sebagai pengembangan ekonomi digital ialah salah satu upaya mendorong pertumbuhan UMKM di Papua," kata Head of Zone East Indonesia Sampoerna, Subur dalam keterangan, Senin (23/5/2022).

Aplikasi tersebut diperkenalkan berbarengan dengan kegiatan Pelatihan UMKM Bagi Entrepreneur Muda Lokal di Jayapura yang bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Tim Staf Khusus Presiden RI, dan Yayasan Kitong Bisa. "Dalam beberapa waktu terakhir, SRC telah aktif mendorong digitalisasi kepada lebih dari 160 ribu toko kelontong binaan di seluruh Indonesia melalui aplikasi AYO SRC," lanjut Subur.

Staf Khusus Presiden RI, Billy Mambrasar, mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan korporasi dalam mengembangkan sektor UMKM di Indonesia, termasuk program Sampoerna Retail Community. "Saya berharap langkah ini dapat diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya. Pengembangan sektor UMKM tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi seluruh pemangku kepentingan lainnya,” kata Billy.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan kerja sama dengan berbagai pihak untuk pengembangan usaha dan edukasi pelaku usaha ritel tradisional penting dilakukan agar mereka dapat bertahan dalam persaingan usaha yang ketat.  

"Pemerintah mendorong agar para pelaku usaha ritel tradisional mampu beradaptasi dan mengadopsi perkembangan teknologi yang ada. Dengan demikian, mereka tetap mampu bertahan dalam menghadapi persaingan usaha yang semain ketat di era globalisasi saat ini,” ujar Oke.

UMKM merupakan penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor UMKM berkontribusi lebih dari 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Digitalisasi ialah salah satu kunci utama untuk mendorong pertumbuhan sektor yang memiliki kemampuan untuk menyerap lebih dari 97% tenaga kerja atau sekitar 119,6 juta orang ini.

Untuk diketahui, SRC telah berkembang sangat pesat di 34 provinsi seluruh Indonesia dan tersebar dari Sabang hingga Merauke sejak terbentuk pada 2008 silam. Sekitar 400 toko kelontong di Papua tergabung dalam jaringan SRC, sebagian besar berlokasi di Jayapura dan Sorong. 

Setelah bergabung dalam jaringan SRC, toko kelontong mencatat kenaikan transaksi penjualan hingga 58% dan omzet meningkat hingga 54%. Sebanyak 84% pemilik toko SRC mendapatkan sumber penghasilan utamanya dari SRC. Upaya digitalitasi UMKM berupa toko kelontong ini terbukti membawa pengaruh positif pada perekonomian nasional dan daerah. Toko Kelontong SRC mampu berkontribusi sebesar Rp69,3 triliun per tahun terhadap produk domestik bruto (PDB) ritel nasional. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT